by

Desa Mayang Masih Terisolir

-NEWS-441 views
Salah satu dari empat jembatan yang putus akibat banjir di Bangka Barat, membuat akses jalan terputus total. Antrian kendaraan pun mengular dan Desa Mayang sempat terisolir. Baru tadi malam jembatan darurat yang dibangun, dapat dilewati kendaaraan. (Foto: Hendra Irawan)

4 Jembatan Roboh belum Diperbaiki

Pasca banjir melanda sebagian wilayah Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (28/1/2017) kondisi empat jembatan yang roboh masih belum bisa dilalui. Jembatan yang putus tersebut sebanyak dua jembatan di Desa Mayang, satu jembatan di Desa Rambat dan satu jembatan lagi di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Bangka Barat.
Pantauan harian ini di jembatan Belo Laut, warga bersama dinas terkait bahu membahu membuat jembatan darurat. Sepeda motor sudah bisa melalui jembatan ini pada Sabtu. Sedangkan di Desa Mayang, hal serupa juga dilakukan warga dengan membuat jembatan darurat yang baru bisa dilalui sepeda motor. Sedangkan pada jembatan yang satunya jembatan darurat hanya bisa dilalui pejalan kaki. Dengan kondisi ini praktis Desa Mayang masih bisa dikatakan terisolir.
Sedangan pada jembatan di Desa Rambat terlihat belum ada upaya perbaikan sedikitpun. Jembatan yang roboh masih bisa dilalui sepeda motor dengan resiko sewaktu-waktu jembatan bisa ambruk.
Dengan kondisi seperti ini akses Pangkalpinang Muntok hanya tersisa satu jalur yakni Jalan Kampung Rintis di Desa Belo Laut melalui Desa Kundi. Namun kondisi jalan tanah puru ini pun sekarang dalam keadaan hancur. Banyak kendaraan yang terperosok. Dan kemarin, Minggu (29/1/2017) jalan ini sempat ditutup sementara karena ada dua truk yang terperosok. Sambil menunggu upaya evakuasi, kendaraan yang hendak melintas tertahan di depan SMKN 1 Muntok.
Untuk pantauan banjir di Pasar Muntok, hingga kemarin sore air sudah surut. Tampak petugas gabungan dan masyarakat bahu membahu membersihkan lumpur yang memenuhi jalan. Alat berat dan mobil pemadam kebakaran ikut dikerahkan.
Sedangkan para pemilik toko tampak sibuk membersihkan tokonya masing-masing. Akibat banjir ini diperkirakam ribuan rumah terendam di wilayah Kampung Teluk Rubiah, Kampung Tanjung, Kampung Culong dan Pal 1 Muntok. Banjir juga mengakibatkan ruas jalan nasional di dalam Kota Muntok ambruk. Tercatat terdapat tiga titik ambruknya jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Bupati Bangka Barat H Parhan Ali yang sedang berada di Jakarta saat menerima informasi banjir, langsung kembali ke Muntok dan meninjau korban banjir. Ia menginstruksikan jajarannya untuk menangani musibah ini secara serius. Posko banjir didirikan di beberapa tempat dan bantuan makanan langsung disalurkan kepada warga yang terkena dampak bajir.
Untuk alasan keselamatan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun terpaksa menghentikan aliran listrik di daerah-daerah yang terendam banjir, terutama di Muntok.
Deputi Majaner Humas-Hukum PLN, Ayus Yuswanta mengatakan, pihaknya terpaksa mematikan aliran listrik ke rumah pelanggan hingga banjir reda.
“Untuk alasan keselamatan, aliran listrik ke rumah pelanggan terpaksa dihentikan sementara sampai banjir reda. Hal ini dikarenakan beberapa instalasi kelistrikan terendam air, kami mohon maaf atas ketidaknyamananya,” ujar dia.
Dari data PLN, sebanyak 14 buah gardu distribusi padam. Sehingga diperkirakan sekitar 280 pelanggan terpaksa tidak mendapat aliran listrik di Muntok. Beberapa lokasi yang padam antara lain Kampung Ulu, Pasar Muntok, Desa Air Limau, Rambat, Desa Mayang, Puren, Tungau dan sekitarnya.
Agar terhindar dari bahaya kelistrikan saat banjir, PLN menghimbau warga melakukan tindakan apabila air sudah mencapai sumber listrik (stop kontak), segera matikan listrik dari saklar Mcb di Kwh meter.
“Seluruh peralatan listrik sebaiknya dimatikan dengan mencabut kabel dari stop kontak, setelah banjir surut sebaiknya seluruh peralatan listrik dikeringkan dengan sempurna sebelum digunakan kembali,” imbaunya.

Tinjau Jembatan Putus
Pascabanjir kemarin, Plt Gubernur Bangka Belitung (Babel), Yuswandi A Tumenggung, didampingi Sekda Yan Megawandi, Kepala BPBD, Kepala Dinas PU dan Bupati Babar, meninjau langsung lokasi jembatan putus di Desa Mayang dan Air Belo, Muntok, akibat diterjang luapan air sungai.
Plt gubernur dan rombongan, memantau sejumlah titik yang tak bisa dilewati, dan sejumlah tim baik dari pemprov, maupun Pemkab Babar langsung bergerak cepat untuk mengatasi jembatan yang putus tersebut dengan memasang jembatan darurat.
Sekda Pemprov Babel menegaskan, penanggulangan pasca banjir ini pihaknya akan berkoordinasi dengan pusat dan Kabupaten Babar.
“Pekerjaan utama kita saat ini adalah menjaga agar transportasi Muntok-Pangkalpinang tidak terputus dengan melakukan upaya pemasangan jembatan sementara di Desa belo Laut dan Desa Mayang,” ujarnya tadi malam.
Menurut Yan, Pemerintah Provinsi Babel sifatnya hanya membatu saja. Mengingat akses jalan dan jembatan tersebut adalah kewenangan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.
“Untuk ruas di Desa Mayang itu adalah kewenangan pemerintah pusat sedangkan yang di Air Belo kewenangan Kabuaten Babar. Kita sifatnya membantu supaya semuanya bisa segera lancar dan pulih,” katanya.
Yan meminta kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa waspada, mengingat musim hujan belum berakhir, dan BMKG masih memprediksi hujan tetap menguyur Babel hingga beberapa hari kedepan.
” Plt.Gubernur Babel, Yuswandi A.Temenggung meninjau langsung lokasi banjir di Bangka Barat. Saat ini sedang berada di jembatan putus Belo Laut bersama Bupati Bangka Barat, Sekda Babel, Sekda Babar, Kalakhar BPBD Babel, Kepala Dinas Perkim (DPRKP) Babel, Kasatpol PP Babel, Kadinsos Babel, Kadis PUPR Babel, Kadis PUPR Babar meninjau langsung penanganan bencana banjir di Bangka Barat yang dilakukan tim gabungan bersama masyarakat yang bahu membahu mengatasi permasalahan banjir di Bangka Barat,” tambah Kabag Protokol Pemprov Babel, M. Ali kepada sejumlah wartawan.
Selain di Desa Mayang dan Air Belo, beberapa akses jalan di sejumlah wilayah pun putus dan rusak. Seperti di ruas jalan penghubung antar Desa Cupat dan Desa Kapit, Babar pun putus akibat derasnya hujan dan aliran sungai. Jalan ini, hanya dibangun seadanya oleh TNI dalam program Abri masuk desa, dan aliran sungai hanya dibuat dengan gorong-gorong biasa. Dan lantaran tak mampu membendung derasnya aliran sungai, jalan ini pun tergerus air dan putus. (wan/nov/6)

Comment

BERITA TERBARU