by

Desa Cendil Dapat Proyek Reaktor Biomassa Rp1,2 Miliar

Tangki penampungan limbah cair yang diolah dari tandan sawit kosongn inilah yang didapatkan Desa Cendil, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur sebagai sarana penyediaan Fasiltas Pemanfaatan Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun Biomassa sebagai Energi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Proyek reactor biomassa ini, senilai Rp1,2 milyar.(foto: ist)

Disalurkan ke Rumah Warga, Gratis!

KELAPA KAMPIT – Desa Cendil, Kecamatan Kelapa Kampit mendapatkan sarana penyediaan Fasiltas Pemanfaatan Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun Biomassa sebagai Energi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Senin (17/12/2018).

Proyek reaktor biomassa senilai Rp1,2 milyar itu, diklaim akan memberikan banyak manfaat terutama bagi Masyarakat Desa Cendil.

Penyerahan ditandai dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima dari Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah Non B3, Kementerian LHK RI, Sinta Saptarina Soemiarno dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Timur, Arbaie.

Acara disaksikan oleh Staf Ahli Menteri LHK Bidang Energi Hudoyo, Rektor Univiversitas Bangka Belitung (UBB) Muhammad Yusuf, Asisten II Setda Beltim, Khaidir Lutfi, Ketua Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) UBB, Founita Agustina serta perwakilan dari PT SWP, SMM dan Rebinmas Jaya.

Direktur PKPL B3, Sinta Saptarina Soemiarno mengatakan, banyak manfaat yang diperoleh dengan adanya fasilitas tersebut, diantaranya lingkungan yang bersih dan bebas dari emisi gas rumah kaca. Mengingat selama ini, hasil limbah dari kelapa sawit sering tidak ditangani dengan baik.

“Limbah sawit dari tandan kosong dan lain sebagainya kita kelola supaya menghasilkan gas. Dan Gas itu disalurkan ke rumah-rumah warga sekitar, saat ini ada 20 rumah yang menerima gas secara gratis, bisa ditingkatkan menjadi 40 rumah,” ungkap Sinta.

Masyarakat Desa Cendil juga dapat peningkatan ekonomi. Limbah sawit juga dikelola untuk membudidayakan Jamur Merawang. Setidaknya ada enam lumbung jamur yang terdapat di fasiltas tersebut, dengan hasil produksi 450 kilo jamur per bulan.

“Untuk budidaya Jamur Merawang ini dikelola oleh BUMDEes Cendil Maju Bersama. Saat ini sudah 15 orang yang bisa diberdayakan di sana, dengan estimasi penghasilan sekitar Rp 18 juta per bulan,” kata Sinta.

Minta Komitmen Perusahaan Sawit

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Beltim, Arbaie mengatakan, fasilitas yang diberikan oleh Kementerian LHK merupakan hasil tindak lanjut Nota Kesepahaman yang dilakukan antara Bupati Beltim, Yuslih Ihza dan Dirjen Pengelolaan sampah dan Limbah dan B3 Kementerian LHK pada April 2018 lalu.

Bukan hanya di Kabupaten Beltim, pembangunan fasilitas juga dilakukan di 5 Kabupaten/Kota percontohan lainnya di Indonesia.

“Kita sangat mengapresiasi dan dukungan pembangunan reaktor ini karena memberikan manfaat besar bagi masyarakat kita, khususnya dalam penyediaan energi ramah lingkungan dan pengendalian pencemaran lingkungan. Dukungan kita sebelumnya dilakukan dengan menyediakan lahan seluas 900 meter persegi,” ungkap Arbaie.

Selain kepada Kementerian LHK, Pemkab Beltim juga mengucapkan terima kasih kepada UBB. Mengingat LPPM UBB membantu dalam pembangunan fisik dan pemberian bimbingan kepada masyarakat Desa Cendil.

“Besar harapan kami, UBB terus dapat memberikan bimbingan dan pendampingan kepada masyarakat Desa Cendil sebagai wujud pengabdian masyarakat,” ujar Arbaie.

Ia juga meminta agar pihak perusahaan sawit yang sudah melakukan MoU dengan Dinas Lingkungan Hidup dapat terus secara rutin menyediakan bahan baku tandan kosong kelapa sawit. Bahan baku ini, menurutnya, sangat penting untuk menjamin kelangsungan operasional reaktor biomassa.

reaktor biogas membutuhkan sekurang-kurangnya 12 meter kubik tandan kosong, baik untuk budidaya jamur maupun gas. Pengiriman biasanya dilakukan setiap dua bulan sekali, dari perusahaan SWP dan Rabinmas.

“Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi pihak perusahaan kelapa sawit, tidak hanya selama masa operasional tahap awal, namun juga dapat terus berkelanjutan,” imbuh Arbaie. (yan/kmf/3)

Comment

BERITA TERBARU