Derita Remaja Zaman Now

  • Whatsapp

Oleh: Tri Melinda, S.Pd.I
Anggota Muslimah Study Club Babel

Remaja adalah pilar peradaban masa depan. Berbagai harapan dibebankan pada kaum muda ini, agar terjadi perubahan yang lebih baik. Sayangnya berbagai harapan itu seperti angan semata. Remaja saat ini identik dengan pacaran, geng motor, tawuran, perkelahian dan narkoba.

Baru-baru ini ramai di media sosial netizen mengomentari video dua remaja putri berkelahi dan ditonton teman-temannya. Pelaku yang tersorot kamera tersebut diduga pelajar salah satu SMP negeri di Kota Pangkalpinang. Tiga bukti yang menguatkan kejadian itu di Bangka Belitung yakni pelat kendaraan sepeda motor yang sedang diduduki pelajar SMP. Tampak nomor polisi diawali huruf BN yang menunjukkan kode wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kedua, celana panjang olahraga yang dikenakan dua cewek itu berkelahi tertulis nama sekolahnya. Kemudian bukti ketiga adalah bahasa yang terdengar di balik kamera, jelas bahasa daerah Babel terutama Kota Pangkalpinang. Video berdurasi 24 detik itu diawali dua ABG yang masih SMP berhadap-hadapan hendak berkelahi. Kemudian tanpa dikomando, keduanya saling serang. (www.bangka.tribunnews.com, 03/08/2019)

Kejadian di atas adalah kondisi yang memprihatinkan, ketika remaja yang seharusnya sibuk dengan aktivitas mencari ilmu untuk bekal hidupnya malah sebaliknya bekal hidup yang diambil adalah budaya kekerasan. Masalah perkelahian pelajar satu diantara masalah remaja yang terus ada di negeri ini tapi seolah tak ada yang peduli dalam mencari solusi.

Bila dicermati dengan teliti ada beberapa aspek penyebab maraknya aksi perkelahian remaja diantaranya kurangnya kontroling keluarga, masyarakat, dan Negara dalam membina remaja saat ini. Sederet potret buram remaja menjadi bukti kegagalan sistem Sekulerisme (ide yang memisahkan agama dari kehidupan) yang diterapkan, diantaranya melalui sistem pendidikan generasi saat ini. Sistem pendidikan sekular telah menyita sebagian besar waktu dan tenaga siswa untuk mengabaikan aspek pembentukan kepribadian yang kuat. Sekolah yang baik seharusnya mampu membentuk kepribadian yang baik.
Sebenarnya, Pemerintah telah menetapkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. (Ilusi Negara Demokrasi, halaman 194).

Peran negara yang seperti ini, tentu tidak akan terwujud dalam tatanan sistem yang sekuler. Hanya negara yang menerapkan Islam secara kaffah-lah yang mampu melaksanakan peran strategis ini. Oleh karena itu, berharap menghapus potret buram remaja dalam tatanan sistem sekuler saat ini hanyalah mimpi di siang bolong.

Indonesia adalah Negara dengan mayoritas penduduk muslim, tapi sayangnya Islam hanya dianggap sebagai agama ritual saja hingga tak berdampak dalam kehidupan nyata. Padahal, Islam adalah agama yang menpunyai aturan dalam segala aspek tak terkecuali masalah perkelahian ini. Kalau kembali kepada penyebabnya dengan hilangnya control keluarga, masyarakat, dan Negara dalam membina remaja. Maka Islam bisa mengembalikan kontrol keluarga, masyarakat dan Negara. Dalam kontrol keluarga islam mewajibkan tugas seorang ibu sebagai ummu warrabautul bait yang mengurusi, mendidik, dan membina anaknya. Lalu masyarakat pun diwajibkan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar sebagai bentuk kepedulian persaudaraan muslim lalu Negara dalan Islam wajib menjaga remaja dan menstabilkan kondisi Negara.

Islam sebagai agama yang sempurna, agama yang mampu memberikan solusi untuk kenakalan remaja. Remaja saat ini, sedang berada dalam cengkraman gaya hidup bebas (liberal), sehingga membuat hidup para remaja menjadi terpuruk bahkan galau yang berkepanjangan dan akhirnya frustasi hingga bunuh diri. Hal itu tentunya sudah menjadi fakta, dan dari fakta itulah sebagai remaja yang menginginkan perubahan ke arah positif perlu adanya perubahan pola pikir, mental, dan pemahaman untuk kebaikan para remaja agar menjadi generasi terbaik sekelas Muhammad Al-Fatih sang penakluk Kota Konstantinopel. Oleh karena itu bersama dengan Islam marilah menuju perubahan yang lebih baik di dalam naungan Hukum Allah SWT dan Tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Dengan menjalankan syariat Islam secara kaffah bukan hanya penyelamatan remaja atau menghentikan aksi tawuran saja, tapi yang paling penting adanya rahmat lil alamin dan keselamatan dunia akhirat seperti yang dijaminkan Allah SWT.

Remaja! Saatnya berperan untuk sebuah perubahan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Ayo berperan, no baperan! Karena kamu adalah harapan. Wallahu’alam.(***).

Related posts