Dengar Ledakan, Pengunjung BTC Panik

  • Whatsapp

Berhamburan Lari Selamatkan Diri
Dikira Bom, Rupanya Tabung Nitrogen Bocor

PANGKALPINANG – Suasana panik terjadi di pusat perbelanjaan Bangka Trade Center (BTC) di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Minggu (19/5/2019). Hal ini disebabkan terjadi ledakan keras yang berasal dari lantai dasar gedung BTC sekira pukul 10.30 WIB, saat aktivitas pusat perbelanjaan sedang berlangsung.

Tentu saja suara ledakan itu membuat ribuan pengunjung panik dan berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri. Bahkan, dalam pantauan Rakyat Pos di lokasi, jalan di ruas seputaran BTC macet total karena terhalang warga yang ketakutan. Pengunjung mengira suara ledakan itu sebuah bom yang meledak di bawah gedung.

Salah seorang petugas keamanan, Efson (36) membenarkan banyak pengunjung yang panik keluar gedung BTC tak lama setelah mendengar suara ledakan. Tapi menurutnya bunyi ledakan itu bukan bom, tapi berasal dari tabung gas nitrogen.

“Pengunjung BTC berhamburan untuk keluar dari ruangan karena mendengar ledakan tersebut. Mengingat pengunjung banyak yang ketakutan dan berkeliaran, tabung gas tersebut diamankan oleh security sekitar pukul 10.45 WIB,” tuturnya.

Staf pengelola gedung BTC, Yogi juga membantah bahwa ledakan itu adalah bom. Ia menyebutkan, ledakan berasal dari pembuangan angin tabung gas otomatis oksigen Es Unicorn Dragon Bteath. Menurutnya, isi tabung gas akan terbuang otomatis apabila gas dalam tekanan tinggi.

“Tabung ini milik rekanan kita Snaxk Fong Fong. Hal ini wajar terjadi, jadi tidak ada kebocoran, memang sistem tabung bekerja seperti itu,” terang Yogi.

Hal senada disampaikan Agus, karyawan Snaxk Fong Fong. Ia mengatakan bahwa tabung itu bukan meledak, tetapi mengeluarkan gas dalam ukuran tertentu.

AMANKAN TABUNG – Kapolsek Bukit Intan bersama jajaran mengamankan tabung gas nitrogen yang menjadi pusat kepanikan pengunjung BTC, Minggu pagi (19/5/2019). Diduga karena tabung ini bocor, lalu menimbulkan suara ledakan dikira bom, membuat warga lari berhamburan. Namun pihak pengelola BTC dan pemiliknya, membantah tabung bocor. (Foto: Bambang Irawan)

“Dikarenakan semalam tidak dipakai maka tekanannya naik sampai 300 ampere dan tabung gas akan mengeluarkan gas jika tekanan lebih dari 300 ampere. Jadi apabila tekanan tabung gas lebih dari 300 amper, maka harus dibuang. Dikarenakan semalam tidak dipakai, maka tekanannya naik sampai 300 amper,” terangnya. “Tabung nitrogen tersebut berbunyi dengan mengeluarkan gas selama durasi 2 detik pada pukul 10.00 Wib,”tambahnya.

Sementara itu, pihak kepolisian  yang mendapatkan laporan dari pihak pengelola gedung, langsung mendatangi BTC untuk melakukan penyelidikan. Termasuk mengamankan tabung gas nitrogen ke Pos Polisi Kota Polsek Bukit Intan yang berjarak sekitar 100 meter dari gedung BTC.

Kapolsek Bukit Intan AKP Adi Putra, mengharapkan peristiwa di BTC ini tidak dijadikan bahan hoaks, hingga membuat resah masyarakat Kota Pangkalpinang.

“Masyarakat harus tetap tenang, sampaikan ke polisi bila ada informasi apapun dan tidak terprovokasi dengan berita-berita hoaks yang tersebar di media sosial,” tegasnya.

Menurut dia, situasi di kawasan BTC pasca kejadian sudah aman terkendali. Warga sudah mulai tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa, walaupun masih ada yang bertanya-tanya.

“Tabung gas nitrogen diduga bocor dan ada yang teriaki pengunjung bahwa ada tabung yag meledak, sehingga pengunjung panik dan berhamburan  keluar BTC,” ungkap Adi saat dihubungi terpisah.

Dia berharap masyarakat tetap tenang dan segala apapun informasi wajib disampaikan ke pihak kepolisian agar tidak menerima kabar yang keliru.

“Di dalam bulan puasa ramadan ini, kita umat muslim harus khusyuk menjalankan ibadah ini dengan hati yang suci dalam bingkai persatuan dan kedamaian. Kita berharap masyarakat bisa saling menjaga toleransi antar umat beragama dan semua harus bersatu. Kita semua adalah saudara dalam satu tanah air. Percayakan keamanan dan kedaulatan NKRI ini kepada TNI dan Polri. Masyarakat wajib mendukung demi terciptanya persatuan dan kesatuan, damai serta aman sejahtera,” pungkas Adi. (bis/das/1)

Related posts