Demi Jabatan? Tak Ada Pejabat Nyogok di Bangka

  • Whatsapp

Ketika ditanya apakah di Kabupaten Bangka ada pejabat yang memberikan imbalan untuk mendapatkan jabatan? Bupati Bangka, Tarmizi Saat dalam wawancara dengan sejumlah wartawan usai penandatangan kontrak kerja 2.050 pegawai honorer di halaman kantor Bupati Bangka akhir pekan kemarin, mengklaim tidak ada sogok menyogok dari pejabat untuk bisa menjabat di Pemerintah Kabuapten (Pemkab) Bangka.
“Sebagai bupati, saya sebagai sekda 7 tahun, tidak pernah hal-hal seperti itu. Meskipun ada yang mau seperti itu, saya bilang tidak perlu, kalau kalian kerja baik pasti diangkat. Silahkan saja tanya ke kepala dinas, tidak ada saya minta satu jabatan harus Rp100 juta, 300 juta. Asal kinerja baik, anak buahnya bilang dia bagus, istrinya aktif akan kita promosikan. Ada yang bagus tapi dengan anak buahnya berkelahi terus, kemudian istrinya tidak aktif,” jelasnya.
Tarmizi menegaskan, di Pemkab Bangka semua birokrasi dan administrasi pengangkatan pejabat berjalan normal via Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), sehingga tidak ada sogok-menyogok jabatan.
Namun penempatan pejabat di Pemkab Bangka, diakuinya dilihat juga dari senioritas PNS, pangkatnya dan kompetensi yang dimiliki pejabat tersebut. Akan tetapi Tarmizi tak menampik ada pejabat yang diangkat dalam sebuah jabatan dan tidak sesuai dengan keahlian atau kompetensi bidang pendidikannya.
“Di Pemda ini sarjana pertanian mampu jadi kepala Dispenda. Saya sarjana pertanian mampu, saya pernah jadi kepala Dispenda. Oleh bupati dianggap mampu jadi di pemda ini multidisiplin ilmu, harus,” pungkasnya. (snt/1)

Related posts