Demi Biaya Sekolah, Bocah 9 Tahun Mulung Usai Sekolah

  • Whatsapp
Muhammad Alfarizi

SUNGAILIAT – Demi membiayai kebutuhan sekolah, Muhammad Alfarizi (9) warga Jalan Cut Nyak Dien Gang Millenium Parit Padang memilih untuk menjadi pemulung usai pulang sekolah. Rutinitas tersebut dilakoninya hampir setiap hari. Biasanya, seorang diri ia menyusuri jalan Pemuda, Jalur Dua Sungailiat hingga jalan Jenderal Sudirman untuk mengumpulkan sampah plastik bernilai jual.

Senin, (6/3/2017) disaat cuaca di Kota Sungailiat cukup terik, wartawan berpapasan dengan Muhammad Alfarizi yang sedang memungut sampah plastik di Jalan Pemuda. Dengan mengenakan topi, ia agak ragu-ragu menghampiri wartawan yang sedang duduk-duduk di sebuah warung yang memanggilnya untuk mendekat.

Kepada wartawan, Rizi biasa ia disapa, mengatakan memulung atas keinginannya sendiri. Uang hasil mulung ia mengaku digunakan untuk membeli alat tulis sekolah dan sisanya untuk membantu ibunya yang juga seorang pemulung.

Rizi menuturkan tinggal di sebuah rumah kontrakan di Parit Padang. Ia merupakan anak keempat dari lima saudara. Kakak tertuanya kelas 3 SMA dan adik bungsunya baru 3 tahun. Rizi yang duduk di kelas IV MIN 2 Bangka ini memulung sejak kelas II. Ia menceritakan, pukul 12.30 WIB mulai memulung hingga pukul 16.00 WIB.

Ketika ditanya cita-citanya, Rizi mengatakan ia ingin menjadi nelayan karena hobinya memancing. Saat ditawari wartawan untuk makan bersama di warung makan, ia pun menolak dengan halus karena sudah makan di rumah. Begitupula ketika ditanyakan mau minum apa, ia pun tampak terdiam karena malu.

Rizi mengaku kerap dibully oleh teman sekolahnya karena bekerja menjadi pemulung. Namun ia tak malu, dan tidak akan meninggalkan pekerjaan yang menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya itu. Dari hasil mulung, ia sedikit bangga, karena sudah memiliki tabungan Rp 400 ribu di sekolahnya.

“Sering dikate kawan, pemulung, tukang mulung. Tapi dak malu mulung, cari duit untuk ditabung. Botol minuman bekas dijual satu minggu sekali dengan Rp 15 ribu per kg,” tutur Rizi dengan sopan. “Kalau bapak dak tau kerja ape, dak suah ngikut e. Ibu mulung juga,” tambahnya. (snt/10)

Related posts