by

“Demam” Piala Dunia, Jangan Melupakan Pekerjaan Utama

Oleh: Berlian Saputra
Humas Karang Taruna Desa Jelutung Kecamatan Namang

Berlian Saputra

Tahun 2018 merupakan tahun yang dinanti-nantikan, ditunggu, dan disaksikan oleh jutaan masyarakat dunia untuk menyaksikan ajang bergengsi pesta olahraga terbesar 4 tahunan di dunia, yaitu Piala Dunia. Piala Dunia yang mengacu pada piala dunia FIFA yang diakui secara internasional. Penyelenggaraan Piala Dunia 2018 yang ke- 21 ini diselenggarakan pada tanggal 14 Juni-15 Juli 2018.
Rusia merupakan salah satu negara yang pertama kali atau ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia pada tahun 2018. Piala dunia FIFA (FIFA World Cup) merupakan ajang kompetisi federasi sepakbola pria internasional yang dapat diikuti oleh negara-negara pewakilan. Federation International Football Association (FIFA) sebagai badan pengendali sepak bola internasional yang bermarkas di kota Zurich, Swiss menjadi peran penting untuk mensukseskan Piala Dunia yang diadakan secara langsung.
Disini penulis ingin menceritakan secara singkat sejarah perjalanan penyelenggaran Piala Dunia. Ternyata, pada tahun 1930 merupakan ajang piala dunia yang pertama kali dilaksanakan di Uruguay selaku tuan rumah dan sekaligus menjadi juara Piala Dunia dikandang sendiri dengan menang skor telak 4-2 dari Argentina yang diikuti sebanyak 18 pertandingan dengan jumlah penonton 590.549 kala itu. Namun yang mengejutkan lagi pada tahun 1938, Indonesia pernah menjadi negara dari Asia yang pertama kali lolos mengikuti ajang Piala Dunia dengan nama Hindia-Belanda. Saat itu, Indonesia (dulu bernama Hindia Belanda) melawan Hungaria dengan skor 0-6. Sayangnya, Indonesia harus terhenti ke babak selanjutnya. Pada tahun 1942 dan 1946, ajang piala dunia dihentikan sementara waktu dikarenakan terjadinya konflik perang dunia II. 12 tahun kemudian tepatnya tahun 1950-sekarang, piala dunia tetap berjalan secara mulus. Tahun 2018 ini merupakan keberuntungan bagi negara Panama dan Islandia sebagai negara perdana atau debut pertama kali yang mengikuti ajang bergengsi tersebut. Tahukah bahwa Brazil merupakan negara yang paling sukses dan cetak sejarah dalam penyelenggaraan Piala Dunia dengan menyabet gelar sebanyak 5 kali pada tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Dan juga Brazil sebagai negara yang tak pernah absen dalam kompetisi piala dunia sebanyak 21 kali, termasuk tahun 2018.
Kabar bahagia mengenai Piala Dunia ini, tak lepas dari peran antusias masyarakat untuk mendukung dan menjagokan tim kesebelasan favorit mereka. Mereka pun rela melakukan aksi apa saja demi tim kesebelasan mereka dapat unggul dan lolos ke babak selanjutnya. Mulai dari nonton bareng, seragam atribut negara yang dikenakan, tarian, nyanyian lagu resmi Piala Dunia, bahkan yel-yel, dan lainnya yang menjadi unjuk gigi mereka agar negara mereka menjadi yang terbaik selama pertandingan berlangsung. Pernak-pernik tema Piala Dunia pun banyak diburu oleh para penonton. Hal ini menandakan bahwa masyarakat dunia yang secara sadar peduli dengan negara yang didukung secara bijak. Para pemain pun telah mempersiapkan bekal untuk siap berkompetisi di tingkat internasional ini dengan harapan mengharumkan negara tempat kelahirannya dan membawa trofi kemenangan yang sukses dimata dunia.
Bagaimana antusias masyarakat Indonesia sebagai penonton aktif, baik tua maupun muda dari semua kalangan. Tak terkecuali para pemuda Indonesia sebagai pecinta sepakbola tentunya tak ingin melewatkan momen pertandingan Piala Dunia yang ditayangkan didepan layar kaca. Malam hari adalah jam waktu siaran Piala Dunia ditayangkan sampai rela mereka harus begadang. Tak lupa pula, suguhan makanan dan minuman jadi santapan pelengkap saat nonton bareng. Euforianya semangat membara dan tak dapat berkata apa-apa. Teriakan, sorakan, dan ucapan kata “gol” membendung bangkitnya harapan. Seolah-olah mereka berpikir bahwa bagian dari negaranya yang tengah saat bertanding. Apalagi negara yang dijadikan negara megafavorit dan berkiblat menjagokan seperti negara Brazil, Jerman, Italia, Spanyol, dan Argentina, serta tak lupa para pemain pesohor berkelas dunia. Secara mengejutkan, Italia menjadi negara yang tidak lolos masuk skuad Piala Dunia 2018. Masyarakat duniapun tercengang dan heran, kenapa bisa terjadi seperti ini?.
Oleh karena itu, kita sebagai penonoton atau pecinta sepakbola tentunya sadar dengan bersuka cita dalam menyambut Piala Dunia 2018. Jangan sampai kita menciptakan sikap bangga berlebihan (overproud) dan aksi perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain saat menyaksikan secara langsung di media massa. Semoga, “demam” Piala Dunia ini, tidak menjadikan masyarakat lupa akan pekerjaan utama yang harus dilakukan.(****).

 

Comment

BERITA TERBARU