Belitong

Dekranasda Beltim Kunjungi Pengrajin Anyaman

Hasil kerajinan anyaman dan bordir di Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit. (Foto: dkf)

RAKYATPOS.COM, KELAPA KAMPIT – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong dan mengembangkan produk ekonomi kreatif untuk memajukan pariwisata dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Susy Siswari bersama Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Beltim, Purwenda Puspitasari, dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Beltim, Liantim meninjau aktivitas pengrajin anyaman dan bordir di Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit, Kamis (10/9/2020).

Kehadiran rombongan bertujuan untuk memberi motivasi sekaligus pembinaan bagi pengrajin produk anyaman dan bordir agar semakin berkembang dan berkelanjutan.

“Produk kerajinan telah berperan nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi mengingat potensinya yang sangat besar,” kata Susy Siswari disela-sela peninjauan di rumah pengrajin bordir.

Menurutnya pihak Dekranasda yang merupakan lembaga mitra pemerintah mempunyai tugas menggali, melindungi, mengembangkan produk kerajinan dan mempromosikan potensi industri kecil dan industri kreatif.

Rombongan melihat hasil kerajinan Zuraida (78) dan Basiah (75) pengrajin produk tudung lambak atau kain rajutan untuk diletakkan di atas tudung saji, peranggun (kain yang dibordir), produk tudung saji dan tikar anyaman. Susy dan Parwenda sangat kagum dengan pengrajin tersebut karena diusia yang sudah senja masih terus menekuni kerajinan itu.

“Bagus dan rapi hasil rajutannya. Mudah-mudahan bisa diteruskan ke generasi muda,” ungkap Susy.

Sebelumnya dihari yang sama, rombongan melakukan kunjungan ke sekolah Pendidikan Luar Biasa (PLB) Beltim untuk melihat hasil kerajinan siswa-siswi. Banyak produk yang dihasilkan anak-anak PLB, antara lain gantungan kunci, rajutan, anyaman, menjahit, melukis, bercocok tanam, tata boga hingga las.

Menurut Ari Mulyanto selaku Kepala Sekolah PLB Beltim, pelajar PLB memiliki potensi dan keterampilan dalam membuat produk seni kerajinan sehingga membutuhkan bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak.

“Saya lihat banyak bakat dan potensi dari pelajar PLB. Kami membutuhkan bimbingan, pelatihan dalam meningkatkan produk termasuk memasarkan produk yang dihasilkan. Selain itu butuh wadah untuk anak-anak magang karena selama ini belum pernah magang,” ungkap Ari. (yan/kmf/1)

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

ads






To Top