Deklarasi Desa Limbung Sebagai Desa ODF

  • Whatsapp

Desa ODF Pertama di Kecamatan Jebus
Wabup Beri Apresiasi

JEBUS – Wakil Bupati Bangka Barat (Babar), Markus menghadiri acara deklarasi Desa Limbung, sebagai desa pertama di Kecamatan Jebus Desa (Open Defecation Free) atau tidak buang air besar sembarangan, di halaman SDN 4 Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (7/4/2017).

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel Drg Gigi Mulyono Susanto, Plt Kepala Dinkes Babar Kasnetty, Kades Desa Limbung dan kader desa ODF yang ada di Desa Limbung.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Babar, Markus dalam sambutannya memberi apresiasi kepada Desa Limbung telah mendeklarasikan diri sebagai Desa ODF. Markus berharap desa-desa lainnya di Kabupaten Bangka Barat, juga bisa meniru hal serupa.

“Tentunya kami atas nama pemerintah mengapresiasikan kinerja dan kader desa Limbung sehingga menjadi desa ODF. Kami harap prestasi ini bisa di tiru desa lain, sehingga kedepan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangka Barat meningkat secara signifikan,” ujar Markus.

Dengan dideklarasikan Desa Limbung sebagai Desa ODF Markus, berharap kedepan derajat kesehatan masyarakat akan meningkat. Sehingga masyarakat tidak mudah terkena penyakit yang bersumber dari kotoran manusia.

“Kami harap tahun selanjutnya Desa Limbung dapat meningkatkan statusnya menjadi desa STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang terdiri dari 5 pilar yaitu tidak buang air besar sembarangan (Stop BABS), cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum tingkat rumah tangga (PAM RT), Pengelolaan sampah tingkat rumah tangga (PSRT) dan Pengelolaan limbah tingkat rumah tangga (PAL RT),” harapnya.

Sementara, Kepala Desa Limbung, Zulkifli mengatakan, sejak tahun 2013 pihaknya terus berbenah dan membangun jamban di tiap-tiap rumah warga.

Seiring berjalan waktu, tahun tepatnya tahun 2015 silam, 241 kepala keluarga di Desa Limbung telah memiliki jamban, meskisebagian jamban yang belum permanen.

” Alhamdulillah sejak tahun 2013 kami terus berbenah, hingga tahun 2015, 100 persen rumah warga telah memiliki jamban, walau masih ada yang belum permanen, tapi sudah tidak dijumpai lagi masyarakat yang BAB sembarangan,” ujar Zulkifli. (wan/10)

Related posts