by

Dedy Terbukti Lakukan Tindak Pidana Penipuan

Terdakwa Dedy Bin Liu, berada di sel. Ia divonis 1 tahun 6 bulan penjara, setelah Majelis hakim yang dipimpin Sarah Luis ini menyatakan perbuatannya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan.(foto: dedi).

Ajak Korban Investasi Proyek Jembatan
Korban Alami Kerugian Rp3,232 Miliar

TOBOALI – Terdakwa Dedy Bin Liu, akhirnya divonis 1 tahun 6 bulan penjara. Majelis hakim yang dipimpin Sarah Luis ini menyatakan perbuatan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan yang dilakukan secara berlanjut pasal 378 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) Jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Martyn Luther selama 3 tahun penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan Safrianto Zuriat Putra dikonfirmasi melalui Kasi Intel selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kejari Basel, M Fuady membenarkan putusan tersebut. “Iya sudah putusan, JPU-nya Marthyn Luther,” jawab Fuady kepada wartawan Minggu (4/8/2018).

Sebelumnya, Dedy diciduk Satreskrim Polres Bangka Selatan terkait kasus penipuan terhadap Wendy warga Toboali.

Penipuan tersebut terjadi pada tahun 2015 lalu, namun baru dilaporkan oleh korban ke Polres Bangka Selatan pada tanggal 26 September 2017, dan akhirnya pelaku sendiri berhasil ditangkap pada Sabtu (3/3/2018) sekitar pukul 06.30 Wib dirumahnya pelaku di Jalan Tanjung Duren Selatan 4 Nomor 1A Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat.

Sementara, kronologis kejadiannya pada Kamis (10/9/2015) pukul 14.31 Wib di kantor Bank Mandiri Toboali, Bangka Selatan Dedy menelpon korban, mengajak untuk ikut investasi proyek pembangunan jembatan.

Pelaku meminta korban untuk mengirim uang sebesar Rp 400 juta dengan perjanjian akan dikembalikan setelah 3 bulan dan setiap bulannya akan diberikan keuntungan sebanyak 30 persen dari modal.

“Setelah itu korban juga diminta mengirim uang lagi untuk proyek lainnya, yaitu proyek kedua sebesar Rp350 juta, dan proyek ketiga sebesar Rp 913 juta, proyek keempat sebesar Rp 1,360 miliar,” jelas Kabag Ops Polres Basel Kompol Erlichson.

Pelaku membayar korban dengan menggunakan cek sebanyak 3 kali. Tetapi saat akan dicairkan oleh korban, ternyata ketiga lembar cek tersebut tidak ada dananya alias kosong. “Korban mengalami kerugian sebesar Rp3,232 miliar,” ujar Erlichson menjelaskan penangkapan tersangka berawal dari hasil penyelidikan terhadap keberadaan tersangka. (raw/3)

Comment

BERITA TERBARU