Debat Paslon Seru dan Meriah

  • Whatsapp

BERIMAN Pukau Peserta Kandidat
Yusron “Skak Mat” Erzaldi

PANGKALPINANG – Debat kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung di Novotel, Rabu pagi (11/1/2017) berlangsung seru dan penuh canda tawa.
Keempat pasangan cagub/cawagub memaparkan visi misinya dalam debat publik tahap pertama yang digelar di Novotel, Rabu (11/1/2017). Dalam debat publik ini, selain dihadiri unsur terkait, juga dihadiri para pendukung masing-masing calon, akademisi, serta dijaga dengan pengamanan ketat oleh aparat kepolisian.
Debat ini, terbagi dalam 5 segmen. Sesi pertama masing-masing kandidat menyampaikan visi misinya dalam waktu 2 menit, dilanjutkan dengan sesi kedua adalah pertanyaan oleh panelis, sesi ketiga pertanyaan kembali dan disanggah oleh kandidat lain, sesi keempat pertanyaan antar paslon, dan kelima adalah closing.
Dalam debat itu awalnya berjalan canggung, namun suasana tegang tersebut dicairkan Calon Gubernur nomor urut 3 Hidayat Arsani yang tampil mengesankan dan menguasai debat kandidat. Dengan gaya lugas, dan apa adanya Hidayat Arsani membuat ruangan debat yang dipadati ratusan simpatisan dari masing-masing paslon menjadi riuh dengan tepuk tangan dan tawa lepas.
Hidayat usai debat menyebutkan, semua pasangan memiliki tujuan visi misi yang bagus untuk mensejahterakan masyarakat Babel, ia menilai perdebatan ini memiliki sisi positif yang bisa diambil.
Dalam perdebatan yang dimulai pukul 09.00 Wib, kemarin. Hidayat menyebutkan untuk menekan harga kebutuhan pokok yang tinggi di Babel sekaligus menekan inflasi, maka dibutuhkan perbaikan di semua pelabuhan yang ada di Babel, tak terkecuali di pulau-pulau terpencil.
Ia menyebutkan, jika dirinya terpilih menjadi Gubernur, maka akan melakukan reformasi pemerintahan yang bersih, mandiri, berkeadilan dan menuju masyarakat sejahtera, sehat, pintar dan beriman.
“Misi kami membangun ekonomi Babel yang kokoh, kuat, bertanggungjawab, berbasis ekonomi kerakyatan, membangun pendidikan dan pelatihan serta ekonomi, mewujudkan pemerintah bersih jujur dan transparan, mempercepat infrastruktur merata dan berkeadilan, serta meningkatkan kualitas kesehatan semua lapisan masyarakat,” bebernya.
Hal ini ketika ia dimintai tanggapan terkait pemaparan Erzaldi yang menyebutkan, jika pola distribusi kebutuhan kebutuhan Babel harus dibenahi mengingat pertumbuhan ekonomi Babel yang menurun, dengan tingginya inflasi serta mahalnya kebutuhan pokok. Bupati Bangka Tengah (Bateng) non aktif ini menyebutkan, sebagai daerah kepulauan Babel jangan hanya bergantung pada provinsi lain, tetapi harus mampu swasembada, baik kebutuhan daging, maupun lainnya.
Menanggapi hal ini, paslon nomor urut 2, Rustam-Irwansyah menyebutkan, apa yang dikatakan Hidayat ada benarnya, jika menjadi Wagub tentunya dibawah perintah Gubernur, dan dirinya juga selalu berkoordinasi dengan Wagub.
“Beliau sebagai wakil tentunya membantu apa yang jadi visi misi gubernur, dalam menekan inflasi memang dibutuhkan konektivitas kota dengan provinsi lain, memperpendek rentan jaring distribusi sehingga harga bisa turun, sinergi dengan aturan dan perizinan, tak ada usaha yang disulitkan di sini, mengurangi cost tinggi,” bebernya.
Dalam paparan visi misinya, Rustam juga mengedepankan sektor maritim dan pariwisata. Ketika ditanya panelis bagaimana mengoptimalkan pulau-pulau kecil, Rustam menyebutkan untuk menata pulau kecil dibutuhkan peraturan daerah yang menata dan juga zonasi kelautan untuk memperjelas peruntukan wilayah laut.
“Terkait penataan pulau kecil sehingga kami harus lahirkan perda bagaimana pemanfaatan pulau kecil, kemudian zonasi, penetapan wilayah perikanan, tambang, wisata, berikan distribusi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Ditambahkan oleh calon wakil gubernur, Irwansyah, jika untuk mengelola potensi yang ada, pihaknya akan bersinergi dengan turun ke pulau untuk melihat potensi dan mengembangkannya.
Gubernur non aktif ini juga menambahkan, dirinya sudah meletakkan sektor pariwisata di Babel bahkan di Belitung sudah ditetapkan sebagai KEK pariwisata, dan kedepan akan terus dikembangkan dengan berbagai percepatan, kemudahan infrastruktur, kemudahan perizinan, dan memberikan kemudahan sektor lain.
Sementara itu, paslon nomor urut 4 Erzaldi-Abdul Fattah, menyebutkan jika pihaknya tetap akan memperhatikan sektor pertambangan dan mengatur tata kelolanya agar lebih baik, serta meningkatkan perhatian pada lada Babel, dan sektor lain, pariwisata, kelautan perikanan yang harus diperhatikan dan ditingkatkan.
“Tambang ada di laut dan di darat, di laut harus dibagi dengan zonasi, jangan sampai sekarang pembagian zonasi laut tidak jelas, harus segera ditetapkan, kalau sudah ditetapkan zonasi jangan dicampur adukkan, nanti pariwisata jadi terganggu, untuk di darat harus efektif dan efisien, tetapkan mana lokasi tinggi (kandungan rimah-red) kalau gak tinggi ngapain dikerjakan, main rusak saja, kita harus menjaga alam, dan juga hilirisasi timah perlu untuk komiditas timah menjadi lebih baik,” bebernya.
Calon Wagub, Abdul Fattah menambahkan, setelah pasca timah akan menimbulkan lahan tertinggal, dan menjadi tanggungjawab pengelola iup untuk mengembalikan ke pemda jika lahan tersebut sudah tidak menghasilkan lagi, jika dikembalikan ke pemda maka akan dimanfaatkan oleh masyarakat.

*Saling Sindir
Dalam debat ini juga, antara Cagub paslon 1 dan 4, sempat saling sindir saat moderator memberikan pertanyaan pengembangan pariwisata Babel. Bermula Erzaldi menyindir prioritas utama Cagub nomor 1 Yusron Ihza Mahendra yang menjadikan sektor pariwisata sebagai program unggulan.
Singgung Erzaldi, saat masih menjabat sebagai duta besar Jepang berkuasa penuh Yusron tidak ada langkah kongkrit untuk melobi wisatawan asal Jepang ke Bangka Belitung, hal itu sangat disayangkan. Menurut Erzaldi lagi, bicara pariwisata berkaitan dengan inflasi Babel yang cukup parah belakangan ini.
“Bagaimana orang luar mau ke Bangka Belitung kalo harga kebutuhan barang hampir semuanya mahal karena inflasi,” timpal Erzaldi.
Spontan, ibarat bola mental sindiran kandidat nomor 4 langsung dimentahkan Yusron. Dikatakan soal lobi-melobi
berkat dia bandara Hs. Hananjoeddin bisa menjadi bandara bertaraf internasional sekaligus mendorong Depati Amir berkelas internasional.
“Justru sangat disesalkan sewaktu kampanye di daerah Sungai Selan, saya melihat pelabuhan berjalan mandek. Masalah inflasi harusnya pasokan orang, barang/jasa, semua harusnya lancar. Salahsatu faktor inflasi adalah aktifitas pelabuhan tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga distribusi terhambat dan itu terjadi di daerah anda sendiri (Erzaldi-red),” sahut yusron.
Tak hanya sampai disitu, Yusron juga menyindir terkait Hutan Tanaman Industri (HTI), dan Erzaldi menyebutkan jika dirinya bukan pro HTI tetapo pro masyarakat yang mengiginkan perubahan HTI menjadi HTR (hutan tanaman rakyat).
“Mengenai perkebunan lada di HTI, HTI adalah izin yang diberikan menteri atas rekomendasi gubernur atau bupati/walikota, tetapi gubernur, bupati/walikota berhak untuk menolak dan menjadikan HTR, melalui inilah kita tumpang sarikan diatas hutan produksi tanami. HTI saya sudah buktikan bagaimana HTI bisa menjadi HTR, bagaimana kurangi HTI dan berdaya kan ke masyarakat selama mau berkebun, hutan yang dikuasai melalui HKN, Hutan desa, masyarakat akan berusaha keras untuk wujudkan pertanian, saya bukan pro HTI, tapi pro untuk menjadikan HTI ke HTR,” tutupnya. (nov/6)

Related posts