Dana Hibah KKN UNS, Gagal Cair

  • Whatsapp

Terkendala Laporan Tahun Lalu
Mahasiswa Rogoh Kocek Sendiri

SUNGAILIAT – Program kegiatan mahasiswa yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2017 di Desa Dalil, Kabupaten Bangka selama 45 hari, akhirnya selesai. Kegiatan perpisahan mahasiswa dihadiri oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bangka, Arman Agus, Padli selaku Kepala Dinas Pendididkan dan Kebudayaan serta tamu undangan lainnya, Sabtu (4/3/2017) di ruang rapar OR Bina Praja, Kantor Bupati Bangka.
Namun kegiatan mahasiswa KKN UNS, dikatakan Guntur Abdiguna selaku Ketua Tim KKN UNS 2017 mengalami kendala. Pasalnya, dana yang dialokasikan oleh Pemkab Bangka, tidak dapat dicairkan karena SPJ KKN UNS tahun 2016 lalu belum selesai.
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa bermanfaat walaupun ada kendala dana hibah Rp100 juta untuk dua periode, kita dapat Rp50 jutanya karena SPJ tahun kemarin belum rampung jadi tidak cair. Ini pelajaran kita untuk memperbaiki SPJ tahun ini,” kata Guntur kepada wartawan.
Menurut Guntur, ada tiga program inti yang dilakukan mahasiswa KKN UNS tahun 2017, yaitu bidang pendidikan, pariwisata dan pertanian yang sudah terlaksana 95 persen.
“Lima persen karena membutuhkan dana yang cukup besar yaitu laboratorium mini jadi tidak dilaksanakan. Itu diperlukan Rp10 juta untuk membeli alat-alat khusus untuk penelitian yang dilakukan di desa. Kita melihat potensi bagus di desa ada kelompok tani, penelitian bisa dalam bentuk pupuk untuk tanaman,” bebernya.
Jadi untuk mengadakan kegiatan, kata Guntur, dana ditalangi oleh UNS hampir Rp8 juta dan sisanya mahasiswa terpaksa menguras kocek sendiri.
“Pada minggu keempat, kita ditalangi oleh UNS hampir Rp7 juta, Rp8 juta. Sisanya kita pakai uang sendiri, dengan keikhlasan masing-masing. Nanti dana turun, dikembalikan lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bangka, Arman Agus di hadapan para mahasiswa menyampaikan permohonan maaf Pemkab Bangka kepada mahasiswa KKN UNS dan dosen pendamping.
“Maaf kalau kurang berkenan atau kurang memadai pelayanan kepada adik-adik semua. Ada yang baik ambil dan informasikan ke UNS. Yang jelek tolong simpan,” kata Arman.
Arman menambahkan, antara Pemkab Bangka dan UNS sudah ada penandatangan MoU, sehingga Pemkab Bangka sangat respon dan mengalokasikan dana untuk kegiatan mahasiswa KKN UNS.
“Akan tetapi proses itu belum selesai. Kedepan itu bisa diproses dan dipertanggungjawabkan dana hibah. Mudah-mudahan dengan pertanggungjawaban dapat berjalan lancar. Mohon maaf karena pertanggungjawaban tahun kemarin belum beres. Moga KKN ini jadi pengalaman berharga,” harapnya.
Sebanyak 16 mahasiswa UNS yang KKN terdiri 7 orang laki-laki dan 9 perempuan ini berasal dari empat fakultas yaitu teknik, MIPA, FKIP dan Pertanian. Usai acara perpisahan, mereka langsung menuju bandara untuk pulang ke Surakarta. Namun mereka sempat berfoto selfie di halaman Kantor Pemkab Bangka dengan memegang dambus, alat musik khas Bangka. (snt/1)

Related posts