Dana BOS Reguler Baru Terealisasi 30 Persen

  • Whatsapp
Kepala KPPN Pangkalpinang, Esti Dwi Arvina saat menghadiri FGD Penyaluran Dana BOS.(foto: nurul).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan Pemerintah Pusat dari dana APBN, hingga 18 Februari 2020 sudah terserap 30 persen untuk BOS Reguler di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Tahun ini, penyaluran dana BOS berbeda dengan tahun 2019 lalu, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 9 tahun 2020.

Kepala KPPN Pangkalpinang, Esti Dwi Arvina menyebutkan, terdapat tiga jenis dana BOS yaitu BOS Reguler, BOS Afirmasi dan BOS Kinerja.

“Dana BOS yang dialokasikan untuk Babel tahun ini, mencapai Rp316,89 miliar, yang disalurkan melalui KPPN Pangkalpinang langsung ke Rekening masing-masing sekolah. Hingga 18 Februari 2020, 30 persen dari total alokasi BOS Reguler sudah salur Tahap I sebesar Rp88,38 miliar,” kata Esti, dalam Kegiatan Focus Group Discussion Penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020, Selasa (18/2/2020).

Ia menjelaskan, BOS Afirmasi dialokasikan untuk mendukung operasional rutin sekolah dengan kesulitan geografis, sementara BOS Kinerja untuk peningkatan kualitas dan mutu pendidikan berdasarkan kinerja daerah dan kinerja sekolah.

Baca Lainnya

Lebih lanjut dikatakannya, pada tahun 2020, terdapat perubahan mekanisme penyaluran dana BOS, yaitu penyaluran yang sebelumnya dilakukan dari Kas Negara (RKUN) ke Kas Pemerintah Daerah (RKUD), berdasarkan PMK Nomor 9 tahun 2020 dana BOS disalurkan dari RKUN langsung ke Rekening Sekolah.

Penyaluran juga mengalami perubahan, yang semula disalurkan per triwulan menjadi 3 tahap. Tahap I sebesar 30% disalurkan paling cepat Januari, tahap II sebesar 40% paling cepat April dan tahap III sebesar 30% paling cepat September.

“Untuk BOS Kinerja dan BOS Afirmasi disalurkan langsung sebesar 100% paling cepat pada bulan April. Dari sisi pelaporan juga lebih dipermudah di tahun 2020 ini,” jelasnya.

Sementara Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb), Alfiker Siringoringo mengatakan, kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh stakeholder atas pelaksanaan PMK Nomor 9/PMK.07/2020 agar Dana BOS dikelola dengan benar dan cepat salur sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Ia menambahkan, berkaca dari proses penyaluran dana BOS tahun 2019 sering mengalami keterlambatan, sehingga dalam pemenuhan kebutuhan operasional maupun pembelajaran sering terkendala.

“Seiring dengan perubahan mekanisme penyaluran dana BOS tahun 2020, diimbau agar seluruh sekolah dapat memanfaatkannya secara optimal utamanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” harapnya.

Alfiker menekankan, agar semua stakeholder terkait dapat memperkuat sinergi untuk mengawal penyaluran dana BOS yang ada di Bangka Belitung ini. Sehingga program “Merdeka Belajar” sebagaimana kebijakan pendidikan nasional mampu terlaksana dengan baik.

Sekolah yang menerima dana BOS, juga lebih diuntungkan dengan peraturan baru ini, dengan adanya perubahan mekanisme penyaluran yang semula 4 tahap menjadi 3 tahap, serta penyaluran dana yang langsung dari RKUN ke Rekening Sekolah, mampu memangkas beberapa jalur yang selama ini menghambat pencairan dana BOS, sehingga manfaatnya segera dapat dirasakan oleh masyarakat. (nov/3).

Foto bersama peserta FGD Penyaluran Dana BOS.(foto: nurul).

Related posts