by

Dampak Iklan Horor pada Anak – anak

Oleh: Sentosa Lumban Toruan, S.Sos
Pranata Humas Muda pada Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Kep. Babel

Sentosa Lumban Toruan, S.Sos

Dunia periklanan menjadi bidang yang sangat diminati hingga sekarang. Pasalnya, iklan digunakan oleh banyak usaha mulai dari kuliner, pendidikan, retail, pariwisata, percetakan, dan lain sebagainya. Kualitas iklan pun akan mempengaruhi reputasi sebuah perusahaan atau pebisnis yang ingin mempromosikan produknya. Dengan iklan yang mudah diingat dan menarik, membuat banyak target pembeli yang terjaring. Hal ini yang mendorong kreator iklan untuk terus berinovasi dalam menciptakan karyanya agar tak hanya membantu klien, tapi juga menunjukkan mutu iklan yang berkelas dan berbobot.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), iklan memiliki arti: berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan; pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (seperti surat kabar dan majalah) atau di tempat umum. Kemudian berbicara tentang iklan di televisi tidak akan terlepas dari komersial, sebab iklan yang ditayangkan di televisi harus memiliki nilai jual, sehingga melalui iklan yang ditayangkan memberikan manfaat atas keinginan para kreator iklan serta produsen produk yang akan diiklankan.
Banyaknya iklan yang ditayangkan di televisi dikemas secara menarik dengan polesan artistik yang memberikan nuansa keceriaan, hal ini baik bagi calon pembeli, dibandingkan dengan iklan-iklan lainnya yang diproduksi dengan seadanya, namun banyak juga iklan yang saat ini beredar melalui tayangan televisi yang bernuansa horor ataupun mistis.
Perlu diketahui Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata horor berarti sesuatu yang menimbulkan perasaan ngeri atau takut yang amat sangat.
Untuk tahun 2018 saja, beberapa stasiun televisi nasional telah menayangkan beberapa iklan horor tersebut termasuk didalamnya iklan JD. id dengan karakter suster ngesot, Mc Donald dengan sosok wanita yang ingin fotokopi namun dikemas dengan nuansa menakutkan, iklan minuman good mood yang menggunakan karakter wanita yang menakutkan, dan pada Bulan Oktober muncul lagi iklan Toyota, kesemuanya memberikan kesan yang menakutkan, menyeramkan, dan memberikan ketegangan bagi anak anak. Saat ini, banyak iklan horor atau mistis tersebut, ditayangkan di televisi swasta nasional saat ini. Penayangan iklan ini akan memberikan dampak yang beragam bagi orang yang menontonnya. Apabila kita berkaca pada dampak yang diakibatkan, maka dampak dari iklan horor yang ditayangkan di televisi bagi yang menonton ada yang positif dan ada yang negatif.
Dari sisi positifnya, masyarakat akan mudah mengingat atas iklan yang di tayangkan tersebut, namun lebih banyak dampak negatif yang ditimbulkan. Dampak negatif inilah yang memberikan pengaruh kurang baik bagi penonton iklan khususnya balita dan anak-anak, dimana berpengaruh terhadap perkembangan balita dan anak-anak, dimana iklan bernuansa horor tersebut menyuguhkan ketakutan, kengerian, dan ketegangan yang ditimbulkannya.
Biasanya dalam alur cerita iklan horor tersebut mengandung kejadian yang menyeramkan dan karakter yang jahat, seram dan menjijikkan, berasal dari dunia supranatural yang berhubungan dengan kematian. Apabila kita melihat lebih jelas tujuan dari dibuatnya iklan yang bercerita horor tersebut, pada dasarnya untuk meneror penonton dengan memperlihatkan bermacam-macam adegan menggunakan tokoh yang menakutkan sehingga para penonton mengingat iklan tersebut.
Namun, bagaimana dengan balita dan anak-anak? Apakah mereka boleh turut menyaksikannya? sebenarnya, seorang anak yang usianya dibawah 14 tahun belum memahami serta belum bisa menggunakan logikanya dengan baik dan dapat menguasai imajinasinya.
Anda tentu bisa membayangkan bila yang menonton adalah anak di bawah usia tersebut. Sangat sulit bagi mereka membedakan cerita rekaan dengan kenyataan. Mereka akan sering ketakutan karena terbawa imajinasinya. Meskipun anak usia remaja menonton iklan horor sendirian tidak akan berpengaruh buruk pada kehidupannya namun, alangkah baiknya jika orang tua senantiasa mendampingi anak saat menonton iklan.
Secara psikologis, dampak yang diakibatkan oleh iklan horor pada anak-anak berbeda-beda, namun umumnya mengakibatkan anak-anak susah tidur, takut ke kamar mandi dan ruang yang minim penerangannya/gelap di rumah, rasa panik, dan kecemasan yang berlebihan, sehingga hal ini akan mempengaruhi psikologis anak.
Sebagai orang tua yang perduli atas tumbuh kembang anak, perlu memberikan pemahaman yang tepat kepada anak, dimana orang tua perlu melakukan sejumlah langkah dan penyesuaian dalam memenuhi sejumlah kebutuhan anak – anak dalam perkembangan psikologi anak, sehingga terpenuhi berbagai tuntutan perkembangannya, baik secara fisik dan motorik, kognitif alias kemampuan berpikir dan kecerdasan, kebutuhan emosi dan sosial, hingga kebutuhan akan berbagai nilai dan norma.
Begitu juga dalam menonton tayangan televisi, apabila anak yang sering menonton televisi agar diberikan pemahaman yang tepat, atau menghindarkan anak – anak dari tayangan yang bernuansa horor yang akan memberikan dampak kurang baik bagi anak-anak. Sehingga kepedulian orang tua dan masyarakat luas dalam memberikan perhatiannya terhadap penayangan iklan tersebut, menjadi sangat diperlukan. Dengan begitu, ke depan tidak muncul lagi iklan – iklan yang bernuansa horor dan mistis di televisi.
Sebenarnya iklan horor tersebut, harus melalui sensor yang lebih jelas dan tepat, sehingga para pengusaha dan dan tim kreatif iklan tidak membuat iklan – iklan yang bernuansa horor kedepannya, karena iklan tersebut di publish langsung ke media televisi yang disebarkan secara luas, dan apabila ditayangkan, perlu ditentukan waktu yang tepat dalam penayangannya.
Selain itu, lembaga sensor film sebagai institusi yang berwenang atas penerbitan sebuah film dan iklan untuk memberikan pengetatan terhadap penerbitan dan penayangan iklan yang bernaunsa horor ataupun mistis. Kita ketahui banyak iklan yang ditayangkan di televisi harus melalui lembaga sensor film tersebut, namun perlu di ketahui bahwa banyak iklan bernuansa horor yang perlu disensor lagi, sehingga penayangan iklan horor berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak.
Karena iklan tersebut ditayangkan di televisi dan spot-spot penayangan juga secara meluas dan waktu penayangan juga pada saat balita dan anak anak sedang asik menonton perlunya, kebijakan pemerintah dalam menayangkan iklan nuansa horor ini ditentukan dalam waktu waktu tertentu sehingga pada saat anak-anak sedang menonton dan beraktivitas di depan televisi agar dikurangi penayangannya.
Tetapi apabila anak usia diatas 14 tahun, mereka tidak akan membayangkan adegan horor yang barusan mereka saksikan dalam kehidupan nyata. Kalaupun masih ketakutan, orang tua dengan mudah dapat memberi penjelasan pada anak bahwa semua adegan tersebut sudah diatur.
Bagi anak remaja yang telah mengerti, yang menyaksikan iklan tersebut, akan memiliki strategi untuk menghadapi berbagai perasaan dalam dirinya yang muncul seperti perasaan marah dan sedih karena ditinggal orang tua bekerja, sehingga mereka mampu menghadapi dengan mengaktualisasikan keadaan dengan yang ada dan nyata.
Maka dengan tayangan iklan televisi yang bernuansa horor tersebut, kita sebagai orang tua harus lebih peduli dan memberikan pengertian kepada anak-anak kita serta menemani mereka pada saat menonton televisi dan pada saat iklan yang ditayangkan pada saat spot iklan ditayangkan.Karena ini merupakan hal yang sepele, namun penting yang harus kita lakukan seperti mendampingi anak menonton tayangan televisi maupun media lainnya. Karena apa yang ditonton anak anak akan membentuk karakter mereka ke depan. (***)

Comment

BERITA TERBARU