Dam Marbuk Kobatin Jebol, Warga Minta Penegak Hukum Usut Secara Hukum

  • Whatsapp


RAKYATPOS.COM, KOBA – Kegiatan tambang TI rajuk ilegal yang beroperasi di lokasi Marbuk, Kenari dan Pungguk eks tambang Kobatin berbuntut panjang.

Selain kegiatannya mencemari lingkungan, juga mengakibatkan dam aliran sungai jebol karena dirusak penambang.

Akibat dam yang rusak itu dapat menyebabkan banjir lantaran curah hujan tinggi saat ini.

“Kami meminta kepada pihak penegak hukum dan penegak perda untuk bersikap tegas terhadap penambang timah ilegal di lokasi tersebut. Kami mengusut secara hukum kepada pihak yang memutus jalan yang berfungsi sebagai tanggul, menggunakan alat berat di lokasi pungguk tepatnya di belakang PLN Koba,” ujar Syahroni kepada rakyat pos.com, Senin (11/05/2020).

Baca Lainnya

Dikatakannya, saluran canal yang terputus itu merupakan akses jalan warga, kemudian dibelakangnya adalah saluran canal pemukiman RT 03 Kelurahan Simpang Perlang Kecamatan Koba, Bangka Tengah.

“Atas terputusnya akses jalan atau dam jebol itu, membuat air meluap ke permukaan. Kami perkirakan debit air berada diatas permukaan saluran air. Atas kerusakan ini, sekali lagi kami meminta kepada pihak penegak hukum untuk memproses oknum yang tidak bertanggungjawab terhadap kerusakan dam ini. Sembari mereka mengklaim telah diberi izin, lantas siapa yang memberikan izin,” ungkapnya. (ran).

Related posts