Dahsyatnya Malam Lailatul Qodar dan Kiat Menggapainya

  • Whatsapp

Oleh : Ust Andika Purnama, S.E

Rasulullah SAW mengabarkan bahwa salah satu keutamaan bulan Ramadhan yang Allah anugrahkan kepada kita umat muslim adalah terdapatnya malam Lailatul Qodar. Apa yang dimaksud dengan Lailatul Qodar? dan apa pentingnya Lailatul Qodar bagi kita umat Rasulullah SAW? Allah SWT menjelaskan kepada kita dalam Q.S Al Qodar :1-5 bahwa malam lailatul Qodar adalah malam yang mana Allah menurunkan Alquran, malam yang keutamaannya lebih mulia lebih baik dari seribu bulan (khoirun min alfi syahrin), malam yang diturunkannya Malaikat dengan dipimpin langsung Malaikat Jibril atas izin-Nya (tanazzalul Malaaikatu warruuhu); malam penuh kedamaian hingga terbit fajar (salaamun hiya hatta mathla’il fajri).

Adapun latar belakang dari turunnya ayat ini adalah suatu riwayat yang dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fisabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Kaum muslimin mengagumi perjuangan orang tersebut. Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr: 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada perjuangan Bani Israil selama seribu bulan itu. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim). Terlebih lagi malam ini adalah malam yang apabila kita beribadah dengan keimanan dan harapan kepada Allah, maka dosa-dosa kita akan diampuni Allah, sebagaimana hadist Rasulullah SAW; ”Barang siapa melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qadar dengan didasari keimanan dan harapan untuk mendapatkan keridhaan Allah, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR Bukhari Muslim). Bagitu besar keutamaan malam lailatul Qodar, imam Syafi’I berkomentar : “siapa saja yang meninggalkan shlat sunnah pada (malam) Lailatul Qodar maka dia harus menggantinya dengan shalat yang sama selama 1000 bulan sebagai qiyas atas keutamaan malam Lailatul Qodar tersebut. (Muhammad Uwaidah, Fashl Alkhitab fi az-zhud wa ar Raq’iq)
Melihat dahsyatnya keutamaan lailatul Qodar, maka setiap kita umat muslim pasti sangat berharap kita berjumpa dengan Lailatul Qodar pada Setiap bulan Ramadhan. Setiap kita pasti ingin mengetahui kisi-kisi, tanda-tanda, dan kabar-kabar yang menggambarkan tentang lailatul qodar, sehingga setidaknya kita bisa dengan sebaik mungkin mempersiapkan spirit dan mental kita untuk beribadah dengan baik di saat-saat tersebut.
Dari segi waktu, Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qodar terjadi pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, di malam ganjil. sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari). Dan dari segi tanda-tanda penampakannya adalah Malam lailatul Qodar dipenuhi ketenangan, keteduhan, kesejukan sebagaimana yang Rasulullah sabdakan : “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.”
Walaupun malam Lailatul qodar ini sudah di informasikan tanda-tandanya, akan tetapi Rasulullah tidak menginformasikan malam ganjil yang mana, tanggal berapa malam lailatul qodar tersebut hadir. Tidak ada orang yang tahu pastinya kapan Lalitul Qodar ini. Hal ini dimaksudkan agar kita umat muslim berlomba-lomba dalam mencari-memburu lailatul qodar ini dengan mengisinya dengan amal sholeh. Mengencang ikat pinggang demi lebih serius-lebih semangat dan lebih sungguh-sungguh mengisi ramadhan ini dengan ketaatan-ketaatan sebelum ramadhan ini benar-benar meninggalkan kita.
Agar kita mendapatkan malam lailatul qodar, para ulama memberikan tips atau kiat-kiat yang harus kita lakukan, diantaranya adalah pertama, benar-benar bersemangat untuk meraihnya disertai meluruskan niat yang lurus agar mendapatkan ridho Allah SWT. Perkara niat adalah perkara yang sangat penting, karena masalah niat inilah perkara amal yang sama, memperoleh kedudukan yang berbeda disisi Allah SWT. Yang kedua adalah bermujahadah dalam ibadah kepada Allah SWT. ”Sungguh, Rasul tercinta pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, lebih bermujahadah melebihi kesungguhan beliau di waktu lainnya.”[(HR Muslim]. Dan inilah perkara yang tidak kalah penting. Kebanyakan kaum muslim, sepuluh hari terakhir ini tidak lagi mengisinya dengan kesungguhan. Apabila sudah masuk 10 hari terakhir ramadhan, kita lihat masjid semakin sepi. Jamaah Tarawih semakin sedikit. Kebanyakan orang sudah beralih kepasar-pasar, mall, dan lain sebagainya. Sebagian muslimah sudah menyibukkan diri untuk membeli kue lebaran, mengurusi tirai dan perabotan rumah. Sungguh sebuah realita yang terbalik dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Maka dengan memahami dan meyakini dahsyat nya keutamaan lailatul qodar, saat nya kita berbenah lebih bersungguh-sungguh dalam mengisinya.
Yang ketiga adalah Mengisi 10 malam terakhir ramadhan seluruhnya dengan baik dan istiqomah. Mengsisinya dengan amaliah sunnah seperti I’tikaf, bertaubat kepada Allah, berdzikir, bersedekah setiap malam, sholat sunnah. Yang ke empat adalah Berdoa dengan sungguh-sungguh, yakin penuh harap bahwa Allah Allah akan mengampuni dosa kita dan mengabulkan doa yang kita panjatkan. “Wahai Rasulullah,” tanya Aisyah, “Bagaimana menurutmu andai aku mendapatkan Lailatul Qadar? Doa apa saja yang harus aku baca?” Beliau bersabda, “Ucapkanlah, Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Mulia, dan Engkau menyukai ampunan. Maka ampunilah aku.” [HR Tirmidzi].
Kepastian seseorang mendapatkan malam lailatul qadar adalah hanya milik Allah SWT. Tapi, teruslah untuk selalu meniti jalan ketaatan kepada-Nya. Jika setelah malam penuh berkah itu berlalu kita adalah yang semakin kuat akidahnya, semakin mulia akhlaknya, semakin rajin dan menikmati ibadahnya, maka Insyaallah kita salah satu diantaranya (yang mendapatkan lailatul qadar). Yang tidak kalah penting adalah konsistensi dan keistiqomahan dalam mengerjakan amal-amal sholih ini lah yang harus dipertahankan, sebagaimana yang dipahami oleh orang-orang sholih terdahulu, sehingga lahirlah ungkapan diantara mereka “bagi kami setiap malam adalah malam lailatul qodar”. Hal demikian terjadi karena tingginya derajat pemahan mereka tentang hakikat beribadah kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT sampai akhir hayat nanti. Aamin Ya Robbal ‘Alamiin…
Wallahu A’lam bishshowabi….

Related posts