Covid-19 dan Ekonomi Masyarakat Bawah

  • Whatsapp

Di artikel sebelumnya sudah penulis sampaikan bahwa tentu ada kendala dan keterbatasan bagi pemerintah jika harus memenuhi semua kebutuhan warganya. Salah satunya adalah kapasitas APBN yang terbatas. Kenyataannya, jangankan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, Alat Pelindung Diri (APD) yang begitu vital bagi petugas medis di beberapa puskesmas dan rumah sakit juga masih belum tersedia. Padahal peralatan tersebut adalah senjata utama tim medis dalam menghadapi virus corona.

Ini menimbulkan pertanyaan, kemana uang negara yang 1800 triliun per tahun jika membeli APD saja kita tidak bisa. Kita tidak mau berspekulasi, tapi seharusnya ada banyak ide dan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi keterbatasan tersebut, salah satunya melalui realokasi belanja. Bukan perkara sulit melakukan itu, hitung-hitungannya juga tidak terlalu rumit. Anggaran-anggaran belanja yang kurang produktif seperti belanja pengadaan barang dan jasa, dana desa, bahkan belanja pegawai juga bisa di realokasikan ke belanja yang sifatnya prioritas saat ini, yakni kesehatan dan ketersediaan pangan terutama bagi masyarakat rentan yang bekerja di sektor informal.

Read More

Dengan begitu, baru bisa kita katakan bahwa negara hadir di tengah-tengah rakyatnya. Dengan begitu, baru bisa kita katakan bahwa negara memberikan keadilan yang sama untuk setiap warga negaranya. Dan dengan begitu, baru bisa kita katakan bahwa kita sudah merdeka. Mari lawan corona, kita bisa.(***).

Related posts