by

Cemburu, Jadi Alasan Joni Bunuh Selingkuhan Istrinya

-Berita Terbaru-1,161 views
Tersangka Joni saat diwawancarai wartawan saat press release di Mapolres Bangka Tengah, Kamis (7/2/2019). (foto: Muhammad Tamimi)

KOBA – Tersangka Joni (32) mengaku tega menghabisi nyawa Farel karena terbakar api cemburu. Farel tewas bersimbah darah pada Rabu (6/2/2019) dini hari setelah menderita sejumlah luka tusuk. Korban dihabisi Joni lantaran kedapatan berduaan dengan istri tersangka di rumah kontrakan di Jalan Sekolah Dalam Berok, Kecamatan Koba.

“Saya nggak ada niat menganiaya korban karena pas saya melihat dari lubang dinding, dia (korban-red) sedang berduaan dengan istri saya. Saat itu juga saya kejar dan saya tusuk dengan pisau yang tersimpan di belakang pintu belakang,” ujar Joni kepada wartawan saat press release kasus pembunuhan tersebut di Mapolres Bangka Tengah, Kamis (7/2/2019).

Tersangka mengatakan menusuk dada dan perut korban menggunakan sebilah pisau. Tusukan maut Joni, membuat korban kehabisan darah dan meninggal di tempat. Joni pun mengakui tidak mengenal korban kendati masih dari satu daerah yakni Flores. “Saya nggak kenal dengan korban, pas kejadian itu saya langsung kejar dan tusuk korban,” timpalnya.

Usai menghabisi nyawa korban, awalnya tersangka Joni berencana mengangkat korban dengan cara dipikul untuk diserahkan ke Polsek Koba. Namun karena tidak kuat, Joni pun hanya mampu membawa korban sepanjang 200 meter dari lokasi kejadian.

Kenal Istri Pelaku dari Medsos

Sementara itu, Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang menjelaskan korban dan istri tersangka atas nama Hermanalin tersebut pernah kenal lewat media sosial. Selanjutnya, korban pernah sekali mengunjungi rumah Hermanalin dan kebetulan tersangka pun ada dalam rumah saat kunjungan itu. Berikutnya pertemuan kedua korban dan Hermanalin pada Rabu kemarin yang berakhir tragis.

“Korban dan istri tersangka kenalan sebanyak dua kali. Pertemuan pertama di kontrakan tersangka dan kebetulan tersangka juga ada dalam rumah, namun tersangka tidak menghiraukan ada niat jahat. Pertemuan kedua pada Rabu kemarin yang diketahui tersangka saat berduaan di kamar,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Roby Ansyari.

Kapolres menambahkan tersangka berdasarkan catatan kepolisian merupakan residivis kasus pencurian tahun 2012 silam. Tersangka, tambah dia, dikenakan pasal 338 KUHP karena menghilangkan nyawa orang lain dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. “Untuk sementara, istri tersangka (Hermanalin) ditetapkan sebagai saksi. Adapun barang bukti yang diamankan adalah pisau, satu unit HP, pakaian korban berupa jaket dan celana,” kata dia. (ran)

Comment

BERITA TERBARU