Cegah Terorisme, FKPT Gelar Rembuk Aparatur Desa

  • Whatsapp
Foto bersama Aparatur Kelurahan dan Desa se Kabupaten Bangka, dalam usai acara Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi, dengan tema “Saring sebelum sharing”, di Hotel Novilla, Bangka, Kamis (10/10/2019).(foto: mla).

SUNGAILIAT – Dalam upaya melakukan pencegahan terorisme di Indonesia, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Babel menggelar acara Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi, mengusung tema “Saring sebelum sharing”, di Hotel Novilla.

Kegiatan pada Kamis (10/10/2019) tersebut, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bangka Syahbudin, serta dihadiri Kasubdit teknologi informasi Kombes Pol. Zamri, Ketua FKPT Provinsi Babel Riswadi, Ketua Dewan Pers Nasional Yosef Adi Prasetyo, dan seluruh Forkopimda di Lingkungan Pemkab Bangka.

Ketua FKPT Babel, Riswadi mengatakan, menurut survei tahun 2017 dan dipublish pada tahun 2018 lalu, Babel menduduki tingkat radikalisme kelima Nasional.

“Jadi, potensi radikalisme di segmen para pelajar, mahasiswa, guru ataupun dosen pengajar, menurut survei 2018 lalu, Bangka Belitung ini berada di tingkat kelima nasional,” bebernya.

Survei tersebut, ditambahkannya, mengacu pada sikap radikalisme dikalangan pelajar, namun hal tersebut masih bisa untuk diatasi.

“Kalau sikap radikalisme sendiri masih berubah-ubah dan masih bisa kita perbaiki, tergantung dari cara kita untuk melakukan pendekatan ke pihak terkait terutama pihak sekolah,” sambung dia.

Sementara itu, Wabup Bangka, Syahbudin mengatakan, kelurahan dan desa merupakan ujung tombak untuk memberikan pemahaman dalam upaya melakukan langkah-langkah praktis dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme kepada masyarakat.

“Acara ini, sangat penting bagi mereka (lurah/kades), karena diharapkan mampu memberikan strategi maupun kiat-kiat khusus untuk mengolah informasi agar tidak mentah-mentah dicerna oleh masyarakat sehingga tidak menimbulkan kebingungan,” ungkapnya.

Selain melakukan pencegahan, kata dia, aparat desa maupun kelurahan perlu memperkuat kembali fondasi kebangsaan yang telah dirintis oleh para pendahulu.

“Kabupaten Bangka memiliki kearifan lokal yang sudah dilakukan sejak dahulu yakni membentuk jaga warga yang berbasis kampung di kota dan RT/RW di Kabupaten,” pungkas Wabup. (Mla/3)

Related posts