by

Cegah Stunting Lewat Gerakan Pengasuhan Menjadi Orangtua Hebat

-Moment-133 views

BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melaksanakan acara gerakan pengasuhan menjadi orangtua hebat dalam rangka pencegahan stunting di Desa Penagan, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, Jumat (15/3/2019).

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah, Bupati Bangka yang diwakili, Inspektur Wilayah BKKBN, Kepala OPD lingkungan Pemprov Babel dan Kabupaten Bangka, Kades Penagan, Rukam, Kota Kapur, Air Duren, Mendo dan tamu undangan lain. Dalam acara ini turut dibagikan doorprize untuk peserta dari pelajar, kader dan warga.

Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Etna estelita mengatakan saat ini isu stunting atau gizi buruk kronis menjadi isu yang mendapat perhatian serius. Penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas nasional mengingat jumlah anak yang mengalami stunting semakin meningkat setiap tahunnya.

Pemerintah, lanjut dia, mengambil langkah untuk membentuk tim intervensi terintegrasi yang melibatkan beberapa kementerian/lembaga terkait, melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Salah satu dari tim tersebut adalah BKKBN.

“Khusus di Babel, locus intervensi stunting pada tahun 2019 berada di Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka dengan jumlah sasaran keluarga yang mempunyai baduta sebanyak 15.442 keluarga yaitu 5.999 keluarga di Bangka Barat dan 9.442 keluarga di Kabupaten Bangka,” kata Etna dalam sambutannya.

Dia mengatakan Perwakilan BKKBN Provinsi Babel mempunyai tanggungjawab tentang pengasuhan (parenting) yang memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang pembinaan tumbuh kembang anak kepada keluarga yang dalam wadah kelompok Bina Keluarga Balita (BKB).

“Keluarga merupakan wahana pilar dan pintu utama dalam mengasuh balita dan anak, untuk itu, orangtua perlu diberi pemahaman bagaimana menjadi orangtua hebat yang mampu membina dan mengasuh anak-anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter,” katanya.

Dalam membentuk generasi emas, menurutnya, perlu dipahami bagaimana faktor biologis (nature) dan faktor pengasuhan orangtua (nurture), berinteraksi secara dinamis dan berkesinambungan. Dimana kedua faktor tersebut, menentukan keseimbangan faktor resiko (atau sumber kerentanan) dan faktor protektif (sumber ketahanan).

“Harapan kita bersama agar kegiatan gerakan pengasuhan menjadi orangtua hebat dalam pencegahan stunting ini dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pemerintah daerah kabupaten, kecamatan dan pemerintah desa, mitra kerja serta pengelola program ketahanan keluarga dalam rangka sinergitas penggarapan program,”ujarnya. (bkkbnbabel/10)

Comment

BERITA TERBARU