Cegah Meningitis, Anak Babel Wajib Divaksin PCV

  • Whatsapp

PANGKALPINANG- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah mewajibkan anak-anak di daerah itu mendapatkan imunisasi pneumokokus konyugasi (PCV) agar terhindar dari penyakit paru-paru dan meningitis.

“Vaksin ini tak cukup sekali, apabila tak lengkap kalau terlewatkan, dampaknya tak akan terasa, makanya harus dilakukan hingga tiga kali sebelum usia 12 bulan,” kata Fatah pada orientasi dalam rangka program demonstrasi Imunisasi PCV di salah satu hotel, Selasa (10/9/2019).

Imunisasi tersebut, lanjutnya, perlu dilakukan agar anak-anak Babel terlindungi dari berbagai penyakit. Karena di zaman modern ini, kata Fatah, semakin banyak penyakit yang dapat menyerang manusia.

“Harus dilakukan agar penerus bangsa terlindungi dari pneumonia yang banyak menyerang anak termasuk di Babel,” imbuhnya.

Ia menegaskan, masyarakat tak perlu risau dengan imunisasi ini, karena sudah ada label halal dan kandungannya sudah dinyatakan clean and clear oleh BPOM.

“Kalau kita lakukan, harapan kita sejalan dengan program nasional yaitu membangun kualitas manusia secara baik,” tandasnya.

Ia menambahkan, imunisasi ini diberikan merebaknya penyakit paru-paru maka pemerintah menyampaikan kegiatan rutin melalui vaksinasi.

“Bangka Barat dan Bangka Selatan tahun ini ditargetkan dapat terlaksanaa, dimana pada akhir tahun 2018 kemarin Pangkalpinang, Bangka Tengah dan Bangka yang sudah dijangkau,”katanya.

Pada Minggu ini juga, lanjut Fatah, tim akan turun ke Pulau Belitung untuk melayani masyarakat yang ada di Belitung dan Belitung Timur.

“Kalau sudah dilakukan saya yakin ini merupakan program strategis membangun SDM berkualitas karena mereka sehat akan mampu membuat SDM berkualitas,” ujarnya.

Waspada Pneumonia

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel, Mulyono Susanto menyebutkan sebanyak 4,2 persen anak dan balita menderita penyakit pneumonia atau paru-paru basah.

Pneumonia atau paru-paru basah, kata dia, merupakan penyakit yang menyebabkan kematian anak dan balita tinggi sehingga perlu ditangani secara serius.

“Kita berterima kasih Kemenkes menjadikan Babel sebagai model untuk imunisasi Pneumokokus Konyugasi ini, lima kabupaten sudah dilakukan, tinggal di Belitung dan Beltim,” kata Mulyono .

Pada 2018, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan orientasi imunisasi PCV di Pangkalpinang, Bangka dan Bangka Tengah.

“Tahun ini orientasi imunisasi PCV akan dilakukan di Bangka Barat dan Bangka Selatan. Kemudian ke Belitung dan Belitung Timur,” tambahnya.

Dia pun meminta kepada seluruh masyarakat di Provinsi Bangka Belitung untuk mendukung kegiatan tersebut. Ia turut berharap imunisasi PCV dapat diterima, sehingga seluruh anak bisa diimunisasi.

Perwakilan dari Kemenkes, Ratna Budi Hapsari mengatakan pneumonia di Indonesia merupakan masalah besar. Hasil Riskesdas tahun 2013 dan tahun 2018 ada peningkatan prevalensi pneumonia dari 1,6 persen menjadi 2 persen pada usia 12 bulan-23 bulan.

“Untuk itu program nasional pencegahan pneumonia yang sudah dilaksanakan adalah dengan pemberian imunisasi PCV,”katanya. (nov/10)

Related posts