Cegah Bencana, Kepala BNPB Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

  • Whatsapp

Pangkalpinang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan alam di Indonesia, sebagai upaya pencegahan bencana.

“Pada acara pameran ini saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi , mudah-mudahan bisa meningkatkan kemampuan anak negeri bangsa untuk meningkatkan kapasitas di bidang riset teknologi kebencanaan, kita negara risiko bencara terbesar di dunia,” kata Doni disela pembukaan pameran kebencanaan dalam rangka peringatan bulan pengurangan risiko bencana (PRB) nasional tahun 2019, di Alun-alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang, Jumat (11/10/2019).

Indonesia, sebutnya, memiliki 500 gunung, 127 aktif, 295 patahan lempeng di daratan dan di lautan, negeri ini menjadi paling subur di dunia karena ada gunung api yang masuk dalam ring of fire, tapi konsekuensinya wilayah Indonesia punya riisko tinggi bencana.

“20 tahun terakhir, peringkat nomor dua korban jiwa setelah Haiti, tahun lalu peringkat pertama korban jiwa karena sejumlah kejadian yang terjadi pada beberapa daerah di Indonesia,” sebutnya.

Oleh karenanya, pameran ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi seluruh pihak yang memiliki kepedulian, kapasitas dan kemampuan untuk selalu menemukan inovasi agar dapat mengurangi risiko bencana baik hidrometeorologi maupun bencana geologi..

“Inilah yang harus menjadi komitmen agar kedepan lebih siap hadapi berbagai macam potensi bencana, saat inipun masih berlangsung becana kebakaran hutan di sejumlah daerah lahan gambut banyak yang terbakar, sudah dilakukan berbagai upaya, melalui pemadaman water bombing puluhan Helly disiapkan, didukung untuk hujan buatan, ternyata gambut yang terbakar tak serta merta padam,” bebernya.

Hal ini dikarenakan gambut telah mengalami kekeringan dalam kurun waktu lama, sehingga ketika disiram belum tentu mampu serap ke dasar gambut yang kedalamannya hingga 7 meter.

“Kita masih waspada dan selalu mengawasi supaya tidak ada lagi titik api yang baru, dengan menjaga dan mempertahankan yang basah tak boleh kering, karena ternyata gambut adalah fosil batubara,” ulasnya.

Pemerintah, lanjutnya, sudah berulangkali mengingat dan mengajak untuk mencegah kebakaran dan bencana lainnya.

“Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan kebakaran. Hari ini kita harapkan ada inovasi bukan hanya mitigasi struktur tapi non struktural, mengubah prilaku masyarakat, SDM harus dididik ditingkatkan pemahamannya,” tegas Doni.

Cara mengatasinya, tambahnya, daerah yang memiliki potensi kebakaran hutan maka pendidikan dan pengetahuan masyarakat harus ditingkatkan, termasuk kembalikan gambut sebagaimana habitatnya adalah basah, berairir dan rawa.

Mitigasi non struktural, lanjutnya, terutama yang berhubungan dengan alam, kepala BNPB mengajak tidak cukup hanya seremoni semata.

“mari kita semua tidak cukup hanya seremonial dan diskusi, seminar, dan lokakarya, kita butuh komitmen langsung di lapangan, saya hargai relawan yang bekerja tanpa pamrih. Mari jaga pantai kita jangan sampai rusak mangrovenya
Jangan sampai kemudian hari enggak bisa dinikmati dengan pencemaran,” tegasnya.

Ia juga mengajak untuk menanami lahan dengan tanaman yang cocok, karena alih fungsi lahan, mengalami perubahan vegetasi.

“Kita harapkan bisa memberikan dorongan spirit kepada segenap bangsa dan pihak yang memiliki tanggungjawab bekerja lebih keras, mari bekerja kita tidak cukup hanya berbicara,” ajaknya.
(nov/7)

Related posts