bnn

Karya Rusmin Malam makin merentah. Sepoi angin makin menua. Seiring mulai terbangunnya mataari dari lelapnya yang panjang. Perempuan muda itu tergesa-gesa meninggalkan

Karya: Rusmin Lelaki muda itu mengumpat. Narasinya berbalut umpatan sangat sadis. Memerahkan telinga pendengarnya. Memekakkan jendela telinga untuk yang mendengarnya. Kucing hutan

*Karya: Rusmin Di kampungnya, nama Matcagel begitu populer. Kendati tidak memangku jabatan struktural pada pemerintahan kampung, namun aktivitas sosial kemasyarakatan yang dilakoni

Karya: Rusmin Dusun Antah Berantah geger. Seluruh penghuni dusun yang damai dan religi ini bak kiamat. Berita tentang rencana perkawinan Mira dan

Karya: Rusmin Malam makin merenta. Hening. Seorang lelaki bercelana jeans belel memasuki pekarangan masjid. Malam makin bening. Sebening air wudhu yang menguyur

Karya: Rusmin Atok, demikianlah kami sebagai cucu memanggilnya. Bapak kandung Ibu ini sehari-hari pekerjaannya cuma membuat gula aren. Usai subuh dengan sepeda

Karya: Rusmin Lembayung menelungkup dalam awan. Senja mulai tiba. Kelelawar mulai mencari dahan untuk berlindung. Disebuah lapangan sepakbola, lelaki itu masih asyik

Karya: Rusmin Malam makin menjauh. Cahaya dari langit makin memburam. Kerlap kerlip dari gugusan bintang dilangit mulai mengecil. Sekecil sinar lampu teplok