Karya: Rusmin Azan baru saja berkumandang dengan sakralnya. Sakralkan jagad raya. Sakralkan cakrawala. Aku bergegas untuk menyegerakan membatalkan puasa. Segelas air putih

bnn

Karya: Rusmin Entah mengapa, malam ini Surya tidak bisa memejamkan matanya. Padahal malam sudah makin melarut dalam sublim kehidupan yang makin tak

Karya: Rusmin Usai magrib, setiap malam jumat, bau kemenyan dan aroma kembang tujuh warna warni selalu menghiasi rumah Markudut. Aroma harumnya racikan

Oleh : R Sutandya Yudha Khaidar Malam telah semakin pekat, namun tak berarti menakutkan. Bukankah memang yang pekat selalu menghangatkan. Seperti secangkir

Karya: Rusmin Lelaki tua itu termangu. Tatapan matanya kosong menyaksikan malam yang makin tua. Bintang-bintang di langit tak berkelip. Demikian pula dengan

Karya: Rusmin Kumis. Demikianlah kami memanggil ponakan ayah itu. Entah bagaimana ceritanya sehingga kami semua ponakannya bisa memanggil lelaki itu dengan sebutan

Karya Rusmin Malam makin merentah. Sepoi angin makin menua. Seiring mulai terbangunnya mataari dari lelapnya yang panjang. Perempuan muda itu tergesa-gesa meninggalkan