by

Calon Wawako Penuhi Panggilan Penyidik

-NEWS-639 views

Is Keluhkan Aturan KPU
Golkar Yakin tak Pengaruhi Elektabilitas

PANGKALPINANG – Calon Wakil Walikota, berinisial Is memenuhi panggilan penyidik Polres Pangkalpinang sebagai tersangka atas dugaan Money Politic di Pilkada Kota Pangkalpinang 2018.
Is menjalani pemeriksaan ditemani penasehat hukumnya Ferdy Hermawan, di ruang Gakkumdu, Polres Pangkalpinang, Senin (12/3/2018).
Ditemui Rakyat Pos, saat jeda pemeriksaan Is mengatakan bahwa dirinya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Dirinya mengaku bingung atas penetapan tersangka atas dugaan money politik seperti yang dituduhkan.
“Edaran KPU terkait materi kampanye kami terima tanggal 26 Februari, sedangkan kejadiannya pada tanggal 15 Februari lalu. Tidak ada sosialisasi sama sekali terkait edaran tersebut ke kami,” elaknya.
Calon Wawako ini juga mengeluhkan aturan KPU yang terkesan sering salah penafsiran. “Seperi kain sarung, itu diperbolehkan oleh KPU namun di lapangan tidak diperbolehkan oleh pihak pengawas lapangan,” tukasnya.
Terpisah Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Raspandi membenarkan pemeriksaan terhadap salah satu calon Wakil Walikota.
“Ya, hari ini memang dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dugaan pidana pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, pihak Reskrim telah melalui prosedur dalam menetapkan tersangka dengan 2 alat bukti,” jelas Raspandi.
Sampai berita ini diturunkan proses pemeriksaan masih terus berlangsung di Polres Pangkalpinang.

Tak Khawatir Elektabilitas
Terpisah, Ketua DPD I Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hendra Apollo, menanggapi proses hukum membelit paslon yang diusung dari partai beringin ini menegaskan pihaknya mempercayakan pihak berwajib untuk mengusut tuntas tanpa pandang bulu.

Bahkan, dia tidak khawatir elektabilitas Paslon akan turun adanya kasus ini. Alasannya, ia menilai masyarakat saat ini sudah cerdas dalam bersikap. Ada yang memandang positif permasalahan ini dan ada yang memandang negatif. Namun dia menyakini elektabilitas paslon, tak akan turun hanya karena ada batu kerikil permasalahan ini.

“Kalau Golkar sudah jadi tersangka kita serahkan ke pihak berwajib untuk mengusut secara tuntas tidak pandang bulu. Agar demokrasi tidak terciderai, oleh kegiatan politik yang berbau money politik, sogok menyogok, mengiming-imingi sesuatu. Kita Golkar menyerahkan sepenuhnya ke yang berwajib mengusut tuntas ini,” kata Hendra Apollo kepada sejumlah wartawan, Senin (12/3/2018).
Kendati demikian, ia meminta pihak berwajib untuk membersihkan nama paslon, jika tidak terbukti dalam pengadilan nanti.
“Kalau tidak terbukti, kita minta agar Ismiryadi dibersihkan namanya sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Lebih jauh, dia meminta untuk berhudznuzon kepada paslon tersebut tidak berburuk sangka terhadap kasus yang menimpa ini. Golkar tetap optimis untuk memenangkan paslon yang diusung dalam Pilkada kota Pangkalpinang berkoalisi dengan beberapa partai lain.
“Belum tentu karena hal ini elektabilitas akan turun. Ada pro dan kontra. Ada yang menyikapi secara positif dan negatif. Karena dunia politik, abu-abu,” sebutnya.
“Optimis, semoga ini tidak terbukti. Kebenaran itu sendiri terbukti setelah diketok palu. Jadi kita mengedapankan asas praduga tak bersalah,” tandasnya lagi. (das/ron/6)

Comment

BERITA TERBARU