Caleg PDIP, Me Hoa Disidang Bawaslu

  • Whatsapp
SIDANG ADJUDIKASI – Calon perseorangan DPD RI, Bahar Buasan dan Alexander Fransiscus tampak menghadiri sidang lanjutan adjudikasi pelanggaran Pemilu setelah dua kali mangkir panggilan Bawaslu. Pada sidang kemarin, Bahar dan Alex membantah tidak mengindahkan Bawaslu. Sidang kemudian ditunda besok karena pelapor dan terlapor belum melengkapi persyaratan yang diminta majelis sidang. (Foto: Roni Bayu)

Diduga Langgar Kampanye, Dukung DPD
Mangkir Panggilan, Alasan Keluar Daerah

KOBA – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bangka Tengah (Bawaslu Bateng) setelah melalui berbagai proses klarifikasi, akhirnya menggelar sidang perdana dugaan pelanggaran kampanye Pemilu 2019 dengan terlapor Calon Anggota Legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Caleg PDIP), Me Hoa.
Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah petahana ini dipermasalahkan Bawaslu lantaran melakukan kampanye dengan mengajak serta atau mendukung dua calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Bahar Buhasan dan Alexander Fransiscus. Dukungan dan kampanye bersama antara caleg partai politik dengan calon perseorangan itu dinilai melanggar aturan.
“Ini merupakan sidang perdana pelanggaran administrasi, kami gelar dengan terlapor atas nama Me Hoa, calon anggota legislatif untuk DPRD Bangka Tengah,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah, Robianto kepada Rakyat Pos, Senin (18/03/2019) di Sekretariat Bawaslu.
Dijelaskannya, Me Hoa diduga melakukan pelanggaran administrasi pemilu itu saat berkampanye dialogis di Desa Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah.
“Dugaan pelanggaran itu terjadi saat Me Hoa dalam kegiatan kampanye itu menyebutkan mendukung seorang calon DPD, kami punya bukti dan saksi,” kata Robi sapaan Robianto.
Menurut mantan wartawan ini, sangat disayangkan dalam sidang perdana pembaca pendahuluan tersebut tidak dihadiri terlapor atas nama Me Hoa. Alasannya karena caleg itu sedang berada di luar daerah.
“Terlapor tidak hadir dan yang bersangkutan secara fisik (surat-red) sudah diundang, juga sudah disampaikan melalui LO terlapor,” terangnya.
Kendati terlapor tidak hadir, sidang tetap dilanjutkan dan Bawaslu menyatakan tidak bisa menunda karena sudah dijadwalkan.
“Proses sidang hingga putusan berlangsung selama 14 hari kerja, berapa kali sidang tentu tergantung sikap kooperatif terlapor,” tuturnya.
Pihak Bawaslu Bangka Tengah sendiri kata Robi, belum bisa memastikan sanksi yang akan dijatuhkan kepada Caleg Me Hoa karena masih menunggu proses dan putusan sidang nanti.
“Kalau terkait sanksi kami belum bisa berbicara sejauh itu, karena masih dalam proses persidangan maka tergantung apa putusannya nanti,” tukasnya.
Dari data yang didapat wartawan, dan dalam rekaman video, saat kampanye itu dilakukan Me Hoa dengan dihadiri juga caleg DPR RI dari PDIP, Rudianto Tjen mengenakan baju putih dan sejumlah pengurus partai baik tingkat ranting, kecamatan maupun DPD kabupaten atau provinsi.
Selain itu hadir di depan puluhan warga peserta kampanye yakni calon perseorangan Bahar Buasan dan Alexander Fransiscus yang mengenakan baju merah-merah. Ada juga caleg PDIP untuk Kabupaten Bangka, Imam yang diperkenalkan kepada peserta kampanye mayoritas ibu-ibu membawa serta anak-anak.
Menariknya, meski ada anggota Panwaslu Kecamatan yang memantau aksi kampanye, Me Hoa tak sungkan mengajak warga mendukung serta memilih dua calon anggota DPD Bahar dan Alex, lengkap dengan nomor urutnya. (ran/1)

Related posts