by

Buruh Temukan Granat Aktif, Disimpan di Saku Lalu Ditenteng, Dibawa ke Kantor Polisi

-NEWS-437 views
CEK TKP GRANAT – Kapolsek Bukit Intan beserta jajaran melakukan kroscek tampat kejadian perkara ditemukannya granat nanas di dekat parit Gandaria, Kelurahan Air Kepala Tujuh, tadi malam. Sebelumnya, Sahrul buruh harian menemukan granat aktif di lokasi itu dan menyerahkannya ke polisi dengan ditenteng kantong plastik.(Foto: Istimewa)

PANGKALPINANG – Seorang buruh harian, Sahrul (27) warga Kelurahan Parit Lalang Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang menemukan sebuah granat aktif, saat menggali dan membersihkan parit rumah warga di Gandaria, Kelurahan Air Kepala Tujuh Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, Minggu (10/3/2019) siang.
Karena tidak memahami bahayanya barang temuan itu, Sahrul mengambilnya dari tanah lalu memasukan granat ke dalam kantong plastik dan menyimpannya di saku celana.
Bahayanya lagi, granat jenis nanas ini sempat satu malam berada di rumahnya dan diletakan sekenanya di bawah rak televisi. Dan baru pada Senin (11/3/2019) sore, temuan granat itu dilaporakan Sahrul ke Polsek Bukit Intan setelah mendapat saran dari temannya.

Granat yang diletakan petugas di halaman Mapolsek sembari menunggu tim Gegana.

Ia lantas membawa granat itu dengan kantong plastik, dan menentengnya hingga ke kantor polisi. Tak pelak, kedatangan Sahrul yang memberitahu hendak melapor menemukan granat sembari menunjukkan granat yang ditentengnya di dalam kantong plastik tersebut, membuat petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polsek Bukit Intan, tersentak kaget.
Petugas yang menerimanya pun tak mau mengambil resiko sembarangan. Untuk keamanan bersama, granat aktif tersebut kemudian diletakan petugas di rerumputan halaman Polsek Bukit Intan sembari menunggu kedatangan Tim Gegana dari Satuan Brimob Polda Bangka Belitung, sembari menjelaskan kepada Sahrul tentang temuannya.
Kepada Rakyat Pos di Mapolsek Bukit Intan, Sahrul menceritakan menemukan granat itu saat sedang membersihkan parit di kawasan Gandaria.
“Selesai membersihkan bandar, saya melihat besi berbentuk lonjong, lalu saya bungkus dengan plastik dan saya masukan ke dalam saku celana,” ungkapnya.
Setelah kerjaannya selesai, granat yang ditemukan lalu dibawa pulang ke kediamannya dan disimpan di bawah rak televisi. Sahrul juga tidak memberitahu kepada keluarganya soal granat yang diletakan di rak itu. Hingga kemudian, saat bekerja lagi Senin kemarin, ia menceritakan temuannya itu kepada temannya dan disarankan untuk dilaporkan ke polisi.
“Sebelum saya laporkan ke pihak berwajib, granat sudah berada di rumah saya selama satu malam. Dan atas saran teman, baru tadi sore (kemarin-red) saya serahkan ke Polsek Bukit Intan,” kata Sahrul.
Ia mengaku tidak mengerti akan bahaya granat tersebut. Karena itu, saat membawa granat ke kantor polisi, Sahrul hanya dengan cara memasukan benda itu ke dalam plastik, membawanya dengan motor lalu sambil berjalan menentengnya hingga ke Mapolsek.
“Ini Pak, saya mau laporkan granat,” ujarnya.
Beberapa petugas yang menerima Sahrul tentu saja mengaku terkejut ada orang datang ke Mapolsek membawa granat hanya dengan ditenteng kantong plastik. Setelah mengambilnya dari tangan Sahrul, petugas membuka plastiknya, meletakan granat itu di halaman mapolsek dan langsung menghubungi Tim Gegana Satuan Brimob Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Tak berapa lama, lebih dari tiga orang Tim Gegana mendatangi mapolsek dan nampak memasukan granat itu ke drum khusus di mobil Gegana. Selanjutnya membawa granat nanas itu ke Mako Brimob di Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah.
Kapolsek Bukit Intan AKP Adi Putra mengatakan, granat yang ditemukan oleh warga Kelurahan Parit Lalang itu kini telah diamankan polisi.
“Sahrul melaporkan dan membawa granat ke Polsek Bukit Intan sekitar pukul 18.00 malam tadi. Pihak keluarga sebelumnya menghubungi Call Siaga Sahabat Intan terkait keberadaan granat di kediaman Sahrul,” ujarnya.
Adi mengaku pihaknya sudah melakukan Olah TKP di tempat ditemukannya granat oleh Sahrul di Gandaria. Polisi telah mencari tahu parit galian, dan tidak menemukan granat lainnya.
“Karena sangat berbahaya, granat langsung dibawa ke Mako Brimob Polda Babel,” imbuh Adi Putra. (das/1)

Comment

BERITA TERBARU