Bursa Wabup Bangka Barat, Kadis PUPR Rela Lepas Jabatan

  • Whatsapp

Ingin Mengabdi untuk Tanah Kelahiran

Pangkalpinang – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Bangka Belitung (Babel), Noviar Ishak, rela melepaskan jabatannya dan pensiun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) demi mengabdi di tanah kelahirannya, Muntok, untuk maju dalam pencalonan bursa calon wakil Bupati Bangka Barat (Babar).
Ia menyebutkan, masa tugasnya sebagai ASN memang tidak lama lagi, masih dua tahun lagi, namun apabila ia maju dalam pencalonan ini, maka pensiunnya lebih awal.
“Pensiun nanti setelah ditetapkan jadi calon, begitu ditetapkan saya ajukan permohonan berhenti jadi pegawai, tergantung partai maunya kapan,” kata Noviar, akhir pekan lalu.
Saat disinggung alasan dirinya ingin maju menjadi kandidat calon wakil Bupati, Noviar yang Kelahiran Muntok 59 tahun silam ini, ingin membangun daerahnya menjadi lebih baik.
“Sebetulnya, bukan karena tertarik, tapi saya lahir dan besar disana, ini kesempatan untuk mengabdikan diri, kenapa enggak dicoba, mengabdi pada tanah seluruh, jadi enggak jadi, mumpung badan sehat dan ada partai yang mendukung,” tukasnya.
Ia menambahkan, beberapa partai pengusung seperti PDIP, Hanura dan PAN memang sudah memberikan sinyal, namun tak menutup kemungkinan calon lain juga akan diusung oleh partai politik.
“Pendekatan ke PDIP sudah, semua partai pengusung juga sudah. Tapi hasilnya nanti tergantung putusan Bupati mau pilih siapa, bagi saya yang penting, niatnya mau membangun daerah,” imbuhnya.
Batas akhir penentuan calon ini, pada September mendatang, jika Bupati tak menginginkan pendamping, maka sebetulnya diperbolehkan tanpa pendamping di sisa jabatan yang tinggal 1,5 tahun lagi.
“Semua keputusan ada di Bupati, kalau Bupati mau ada wakil, nanti akan dipilih, kalau enggak ya bisa saja,” tandasnya seraya menambahkan satu partai, tambahnya, boleh mengusung dua nama.
Noviar menambahkan, pengalaman dirinya selama duduk di birokrasi diyakininya dapat membantu Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan di kabupaten Babar.
“Saya merasa punya kemampuan dalam birokrasi membantu Bupati selesaikan permasalahan di Babar, saya hapal dengan Bangka barat, tau dan berniat membangun daerah, saya berharap disisa dua tahun ini ada percepatan pembangunan disana,” harapnya.
Meskipun tak terpilih jadi wakil Bupati, Noviar menyebutkan, setelah pensiun ia tetap akan kembali ke Babar dan mengabdi di daerah kelahirannya, baik dengan kegiatan sosial ataupun lainnya yang dapat membantu masyarakat. (nov/6)

Related posts