Buron 6 Bulan, Pelaku Perampokan Mahasiswi Ditembak Tim Buser Naga

  • Whatsapp

Caption: Pelaku Perampokan Yogi saat diamankan di Mako Polres Pangkalpinang (Foto Untung Novrianto)

Read More

RAKYATPOS.COM,PANGKALPINANG– Sempat menjadi buronan Polisi selama 6 bulan pelaku perampokan terhadap seorang mahasiswi akhirnya berhasil di ungkap Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang.

Pelaku Suprayogi alias Yogi (34) warga yang beralamat di Desa Kace, Kabupaten Bangka ditangkap disebuah rumah di kawasan Jalan Yos Sudarso Gabek Dua, Kecamatan Gabek, Senin (21/12/2020) pukul 15.00 Wib.

Berawal dari informasi warga dan lidik Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang, keberadaan pelaku yang dikenal licin ini  akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas.

“Hasilnya setelah dilakukan pengintaian, dan informasi yang benar-benar akurat dan barang bukti yang kami dapat, anggota langsung melakukan penangkapan,” terang Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, Selasa (22/12/2020).

Tim yang dipimpin Aipda Rudi Kiai ini terpaksa bertindak tegas dengan menembak kaki bagian kanan pelaku, lantaran hendak melarikan diri saat menunjukan barang bukti di hutan kawasan Tua Tunu.

Sebelumnya, residivis yang sempat dipenjara selama lima tahun dalam kasus narkoba ini, kembali mendekam di penjara karena melakukan perampokan terhadap Jenni Erwinda Sari, pada 17 Juni 2020 di Jalan Kulan Kampak Tua Tunu, sekira pukul 18.00 Wib

Dalam melancarkan aksinya, pelaku tidak segan mengancam bahkan melukai korban apa bila tidak menyerahkan harta benda berharga milik korban.

“Pada saat peristiwa perampokan, korban yang hendak memasukan motor kedalam garasi tiba-tiba di datangi pria tidak dikenal sambil menodongkan pisau panjang kepada korban,”terang Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, Selasa (22/12/2020)

Selanjutnya, pelaku mengikat tangan korban dengan menggunakan tali lalu korban digiring keruangan tengah rumah milik korban.

“Dengan diancam menggunakan senjata tajam, pelaku mengambil 3 unit handphone dan 1 unit sepeda motor Honda Vario BN 2535 VD, akibat peristiwa ini korban mengalami kerugian Rp 27 juta rupiah,” beber Adi Putra.

Dari hasil interogasi diketahui pelaku langsung melarikan diri dengan motor rampasan milik korban kearah Desa Kace, Kabupaten Bangka, untuk menghindari kejaran Polisi pelaku melepas nomor Polisi motor tersebut dan spion dan membuangnya di hutan kawasan Tua Tunu.

Related posts