by

Bupati Resmikan Gedung SMPN 2 Sungailiat

-Bangka-108 views
Bupati Bangka Mulkan didampingi pejabat Kemendikbud dan daerah saat meresmikan gedung SMPN 2 Sungailiat, Rabu (20/3/2019). (foto: istimewa)

SUNGAILIAT- Bupati Bangka, Mulkan meresmikan gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Sungailiat, Rabu (20/3/2019). Selain meresmikan gedung, bupati juga melaunching e-Rapor dan e-RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah) dan Rumah Belajar

Mulkan dalam kesempatan itu menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang telah memberikan bantuan dana APBN untuk renovasi gedung SMPN 2 Sungailiat.

“Dengan adanya bantuan dari Kemendikbud ini gedung sekolah yang tadinya belum representatif kini sudah representatif. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian kepada daerah kami,” kata Mulkan.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam era keterbukaan saat ini tidak ada alternatif lain bagi sekolah untuk dapat berkompetisi dengan sekolah lain dalam berbagai aspek kehidupan dan tidak terkecuali penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berintegritas.

“Ini kunjungan pertama saya ke sekolah ini. Perhatian terhadap sekolah ini sudah sangat baik dan sangat bagus dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dimana SMPN 2 ini juga merupakan model bagi sekolah lainnya. Ini suatu kebanggaan bagi SMPN 2 karena tidak semua SMP bisa. Sekolah ini sudah baik, pertahankan, pertahankan,” pintanya.

Direktur Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (PSMP) Kemendikbud, Enang Ahmadi yang hadir dalam acara itu mengatakan, gedung yang diresmikan merupakan upaya pihak SMPN 2 Sungailiat yang mengajukan proposal kepada pemerintah agar memiliki bangunan sekolah berlantai dua.

“Asal mau pasti bisa, dari proposal jadilah bangunan dua lantai senilai miliaran rupiah. Kami berharap gedung SMPN 2 Sungailiat ini nantinya bertingkat semuanya. Menjadi kebanggaan dari para siswa dengan sekolah yang bagus,” ujarnya

Menurutnya, dengan konsep ‘Baiti Jannati (Rumahku Surgaku), sekolah bisa dijadikan sebagai surganya para siswa dalam menimba ilmu. Dengan kondisi tersebut siswa akan betah di sekolah dari pagi hingga ke sore hari bahkan ekstrakurikuler bisa dilaksanakan hingga malam hari.

“Jangan sampai pergi ke sekolah itu membosankan bagi para siswa. Berdasarkan riset internasional, diketahui siswa di Indonesia kebanyakan adalah ke sekolah tapi tidak belajar, schooling without learning (sekolah tapi tidak belajar). Ke sekolah tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Yang belajar tahu tapi hilang, belajar hilang. Saya kuatirkan siswa ke sekolah tetapi tidak dapat apapun dari sekolah, tidak mencerahkan pembelajaran. Habis gelap terbitlah terang harusnya, tetapi yang terjadi habis gelap makin gelap. Mohon kiranya para pengawas dan para kepala sekolah pastikan para siswa pergi ke sekolah pulang ke rumah ada pencerahan. Habis gelap terbitlah terang,” pungkasnya

Hadir pada acara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Padli, Sekretaris DPRD Kabupaten Bangka Andi Hudirman, pengawas sekolah dan kepala sekolah di lingkungan Kecamatan Sungailiat serta tamu undangan lainnya. (2nd/rls/10)

Comment

BERITA TERBARU