by

Bupati Bangka Tengah “Dikacangi” Dewan?

-NEWS-12,803 views
Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh terlihat duduk sendirian tanpa ada para pimpinan dewan dalam ruang sidang paripurna DPRD, kemarin. Sedangkan kursi para anggota DPRD tampak kosong. (Foto: M. Tamimi)

Datangi Paripurna, Anggota DPRD Kosong
Diduga Terkait Tarik Menarik Kursi Wabup

KOBA – Tarik menarik kepentingan dalam pemilihan Wakil Bupati Bangka Tengah yang hingga kini belum terisi meski sudah 18 kali digelar rapat tertutup oleh para pengurus partai pengusung, ternyata benar-benar berimplikasi terhadap jalannya pemerintahan di kabupaten itu.
Sebagai buktinya, diduga lantaran proses pemilihan wakil bupati tidak juga dilakukan, para anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah “ngambek” bersidang. Para anggota dewan seolah enggan menghadiri rapat paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tahun anggaran 2018 di gedung DPRD, Senin (12/2/2018).
Akibatnya, saat Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh sudah datang menghadiri rapat, justru tidak ada satu pun kursi anggota dewan terisi wakil rakyat. Ruang sidang paripurna DPRD pun kosong melompong dari anggota dewan.
Hanya terlihat sejumlah tamu forkominda yang berada di dalam ruang sidang paripurna. Di antaranya Kapolres Bangka Tengah, Kajari, Ketua KNPI, para tokoh masyarakat dan sejumlah kepala dinas. Sedangkan kursi 25 anggota DPRD masih kosong.

Salah seorang undangan yang hadir, Yandi menyesalkan melihat semua kursi anggota dewan masih kosong sementara bupati sudah duduk di podium depan menempati kursi yang disiapkan.

“Pemandangan seperti ini kurang elok, saat bupati sudah berada di ruangan namun tidak seorang pun anggota DPRD yang berada dalam ruangan dan tidak tahu kenapa anggota legislator itu belum berada di ruang paripurna,” keluhnya.

Dikatakannya, peristiwa seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dan dikhawatirkan hal itu menjadi preseden buruk bagi anggota legislator.

“Kalau acaranya diundur mestinya diberitahukan sebelumnya. Namun saya rasa alasannya bukan itu karena sejumlah tamu dan bahkan bupati sudah hadir menunggu kedatangan 25 anggota DPRD itu,” terangnya.

Komentar senada disampaikan Syahrial Rosidi salah satu tokoh masyarakat Koba. Dia ikut menyayangkan sampai terjadinya kekosongan anggota dewan dalam sidang paripurna yang sudah diagendakan.
Meski tak menyebutkan kosongnya kursi para anggota dewan itu diduga karena tarik menarik kepentingan dalam pemilihan wakil bupati, ia menyayangkan pemerintah daerah seolah mempertontonkan tidak harmonisnya hubungan eksekutif dan legislatif.

“Sangat disayangkan sampai terjadi kekosongan seperti itu, kita tidak mau melihat ini seolah-olah mempertontonkan hubungan yang tidak baik antara eksekutif dan legislatif,” ungkapnya.

Syahrial memandang agenda rapat penyampaian Raperda tahun 2018 itu sangatlah penting karena sangat berdampak kepada daerah dan masyarakat.

“Kita berharap agar lebih dewasa lagi lah, menyikapinya dengan bijak. Ini imbasnya daerah dan masyarakat yang kena dampaknya,” terangnya.
Dalam pantauan wartawan, tidak ada satupun anggota DPRD yang mengisi kursi ruang sidang paripurna meski bupati sudah menunggu lama. Pihak Sekretariat DPRD juga tidak bisa memberi keterangan kemana dan mengapa 25 anggota DPRD belum berada dalam ruang paripurna. Padahal jadwal sidang dalam undangan rapat, digelar pukul 09.00 WIB.

(ran/1)

Comment

BERITA TERBARU