by

BUMDes Ketapang Laut Penyak Miliki Omset Rp2 Miliar

-Bangka Tengah-523 views
Aktivitas bongkar muat Pertanian di salah satu usaha milik BUMDes Ketapang Laut Penyak, Kabupaten Bangka Tengah.(foto: tamimi).

Bidangi 4 Usaha Diantaranya Kios Pertanian
Tahun ini, akan Nambah 5 Usaha Baru

KOBA – Patut jadi contoh, sejak berdiri pada tahun 2016 lalu, kini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketapang Laut Penyak Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah telah memiliki omset sebesar Rp2 Miliar lebih dengan laba bersih Rp107 juta, dan telah mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) desa tahun ini, sebesar Rp38 juta.

BUMDes Ketapang Laut Penyak memiliki 4 usaha diantaranya Kios Pertanian, jual beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, pangkalan gas LPG dan galeri UMKM.

Direktur BUMDes Ketapang Laut, Sapri, mengatakan dari usaha yang dijalankan BUMDes miliknya, usaha yang paling besar menyumbangkan omzet dan laba adalah jual TBS Kelapa Sawit.

“Tahun ini, kami berhasil membeli TBS Kelapa Sawit dari petani di desa kami dengan desa sekitarnya sebanyak 1.627.166 Kg dengan nilai penjualan Rp1,8 miliar lebih,” jelasnya kepada wartawan, Senin (11/03/2019).

Dikatakannya, dalam menjalankan usaha BUMDes tersebut, pihaknya telah memiliki sarana pendukung dalam menjalankan usahanya.

“Sebagai sarana pendukung usaha kita sudah memiliki 2 kendaraan truk dan 1 kendaraan Kijang Pikcup dan 2 orang pekerja tetap dan 6 pekerja borongan dengan upah satuan. Tetapi untuk gudang dan Terminal TBS Kelapa Sawit sampai ini kami masih sewa,” tuturnya.

Selain mengejar keuntungan BUMDes ini telah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Penyak khususnya di sektor perkebunan dan UMKM.

Salah satu Petani Kelapa Sawit yang ditemui harian ini yaitu Arman menyampaikan dengan adanya BUMDes ini telah banyak membantu meringankan beban mereka.

“Dengan ade BUMDes ini, kami pacak ngebon pupuk di kios pertanian BUMDes, bayar e dipotong setiap kali mutik sawit, buah sawit kami dibeli BUMDes lebih tinggi Rp25 rupiah kadang Rp50 dari pembeli lain, produksi buah sawit kami meningkat karena pupuk e cukup,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Agus dan Mawar yang merupakan petani lada dan pelaku UMKM yang juga merasakan manfaat adanya BUMDes Ketapang Laut.

“Sejak ada BUMDes usaha kemplang kami lah jalan pulik, dulu tutup karena dak de modal,” ungkap Mawar.

Sementara itu, Kepala Desa Penyak Sapawi sekaligus Penasehat BUMDes Ketapang Laut mengatakan, akan mendukung BUMDes Ketapang Laut Penyak dan mendorongnya untuk terus berinovasi dan menambah usaha baru.

“Insya Allah Tahun ini, BUMDes Ketapang Laut akan menambah 5 usaha baru yaitu Percetakan/Sablon & Kedai Ketapang Laut (sudah berjalan Bermitra dengan Karang Taruna dan IRMAS), 3 dalam tahap perencanaan yaitu BerkahMart, Fotocopy & Bank Desa, tetapi itu tergantung permodalan juga,” terangnya.

Ia menambahkan, Modal Penyertaan Desa yang digunakan oleh BUMDes Tahun 2018 masih kecil yaitu Rp234 Juta bila dibandingkan dengan omzet/laba yang diperoleh.

“Tapi Alhamdulillah sudah ada Masyarakat Desa Penyak yang mempercayakan modalnya sebesar Rp195 juta atau sekitar 45% dari total modal. Hal ini tidak terlepas dari transparansi dan akuntabilitas yang diterapkan, BUMDes Ketapang Laut ini juga adalah BUMDes yang taat pajak, ini dapat dilihat dari laporan keuangan, setiap bulan membayar pajak dan SPT Tahunan setiap Akhir Tahun Buku,” pungkasnya. (ran/3).

Comment

BERITA TERBARU