by

BUMD Beltim Batal Datangkan Daging Beku

-Belitong-225 views

Usai Ditemui Tim Reskrim Polres Beltim
Akan Beresiko Terjadi Benturan Hukum

MANGGAR – Rencana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Belitung Timur (Beltim) mendadak membatalkan rencana untuk mendatangkan daging beku. Sebelumnya, Sekitar 10 ton daging beku diperkirakan akan masuk ke Kabupaten Beltim sebelum lebaran Idul Fitri.

Daging tersebut didatangkan oleh BUMD PT. Pembangunan Belitung Timur melalui penyalur resmi di Jakarta.

Namun, usai ditemui oleh Tim Reskrim Polres Beltim, pihak BUMD langsung membatalkan niatnya untuk mendatangkan daging tersebut. Padahal proses tinggal menunggu kedatangan.

Ketua Pelaksana pengadaan daging beku di BUMD Beltim, Erlansyah, M.Si menyebutkan bahwa mendadak pembatalan dikarenakan akan beresiko terjadi benturan hukum dalam penjualan daging seharga Rp.100.000, Pe Kg tersebut.

“Ya, mereka sudah mewarning agar jika kami menjual harga segitu (Rp.100.000 per Kg). Kami tadi diperiksa dan diminta tanda tangan dari pihak Reskrim Polres Beltim. Ya, mau dak mau kami harus batal, padahal kami kasihan masyarakat sudah banyak berharap,” sesal Erlansyah saat diwawancara RAKYAT POS, Selasa (5/6/2018).

Diketahui, ribuan masyarakat Beltim sudah sangat berharap dengan adanya penjualan daging beku tersebut.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Beltim, Asep Suhayanto menyebutkan, HET untuk harga daging tersebut Rp.80.000 perkg.

“Sebenarnya, tahun lalu bisa kok dijual Rp.100.000 perkg, yang penting koordinasi dengan kepolisian. Wajarlah kalau jual segitu, kan ada ongkos kirimnya. Ini kan dagang, masa harga diluar mau disamakan dengan disini,” ungkap Asep kepada harian ini.

Terkait batalnya pengadaan daging tersebut, bakal.menjadi persoalan baru bagi masyarakat beltim.

Sementara, Pelaksanaan Pasar Murah Sembako dan Daging Sapi Bersubsidi untuk warga kurang mampu di Kabupaten Beltim juga urung dilaksanakan tahun ini. Kendalanya, pelaksanaan lelang kegiatan gagal akibat sepinya peminat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasar Murah Sembako dan Daging Sapi, Asep Suhayanto mengungkapkan hanya satu perusahaan yang ikut dalam tender lelang. Itu pun persyaratannya di bawah standard.

“Sudah dua kali kita adakan lelang, tapi tetap sepi peminat. Kalau mau dilanjutkan kayaknya gak cukup lagi waktunya,” ungkap Asep.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Beltim itu menyatakan sepinya peminat dikarenakan tipisnya keuntungan yang diterima oleh perusahaan.

“Kan perhitungan kita sesuai aturan. Kita dak berani menaikkan sesuai HPS harganya, makanya banyak perusahaan yang tidak berminat. Termasuk yang perusahaan tahun lalu, pas kita tanya mereka ogah ikut lagi karena untungnya sedikit,” kata Asep.

Diakuinya, jika pelaksanaan lelang dimulai saat menjelang Bulan Ramdhan. Hal itu dikarenakan, harga sembako harus disesuai dengan harga saat itu.

“Kan harus sesuai dengan harga saat ini. Kalau kita lakukan awal-awal tahun gak bisa, soalnya kita tidak punya gudang penyimpanan barang,” jelas Asep.

Untuk itu, tahun depan DPMPTSPP akan merubah aturannya. Nantinya akan dilakukan Penunjukan Langsung (PL) kepada perusahaan pemerintah, sehingga orientasi keuntungannya dapat diminimaliasir.

“Paling nanti kita tunjuk Perum BULOG atau Perusahaan Plat Merah lain yang tidak terlalu berorientasi pada keuntungan. Yang jelas aturannya dulu harus dirubah, Perbup atau kalau perlu Perdanya kita buat untuk acuan tahun-tahun selanjutnya,” ujar Asep.

Anggaran pasar murah bersubsidi untuk warga kurang mampu mencapai Rp 1,9 milyar. Rencananya anggaran akan dialihkan ke momen lainya seperti Idul Adha atau jika ada kenaikan harga sembako yang mencolok. (dny/3)

Comment

BERITA TERBARU