BUMD Basel Dapat Opini Disclaimer

  • Whatsapp
Kantor BUMD PT Bangun Basel di Toboali. (Fot: Dedi Irawan)

Sopian: Hanya Bermitra dengan PT Timah

TOBOALI – Setelah Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) pernah mendapat predikat Opini Disclaimer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan bangka Belitung di era Bupati H. Jamro, ternyata Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bangun Basel juga mendapat predikat yang sama.
Berdasarkan Laporan Keuangan dan Aset BUMD PT Bangun Basel terhitung sejak tahun 2011 hingga 2015, Kantor Akuntan Publik (KAP) Tjahjo Machdjud Modopuro memvonis Opini Disclaimer terhadap perusahaan daerah itu.
Kepala Inspektorat Pemkab Basel, Dwi Agus Santoso mengatakan opini tersebut diberikan oleh KAP karena terdapat beberapa kelemahan yang dilakukan oleh jajaran direksi BUMD PT Bangun Basel. Salah satunya adalah KAP menilai tidak ada bukti lengkap catatan dokumen lengkap dan bukti operasional pengelolaan BUMD oleh para direksi.
“Pencatatan tidak lengkap, bukti operasional tidak lengkap. Hasilnya memang Discalimer, hasil audit laporan keuangan dan aset BUMD tahun 2011 sampai 2015,” ujar Dwi Agus Santoso didampingi PPK Audit Laporan Keuangan dan Aset BUMD, PD. Marpaung, Kamis (9/11/2017).
Menurut Dwi, tujuan KAP melakukan audit terhadap BUMD PT Bangun Basel adalah untuk mengaudit laporan keuangan BUMD sehingga memberikan opini.
“Sekarang masih dikaji oleh tim yang ditunjuk apakah akan dibubarkan atau diselamatkan. Sebenarnya hasil audit ini ditunjukan kepada komisaris dan manajemen perusahaan bukan ke Inspektorat,” ungkapnya.
Dijelaskan Dwi, KAP melakukan audit setelah sebelumnya BPK melakukan audit atas adanya laporan aset negara di BUMD PT Bangun Basel.
“Mereka (KAP) memberikan opini, boleh diaudit kalau diminta oleh BPK dan hasilnya disclaimer atas hasil audit BUMD. Seperti fisik barang ada, namun laporan pencatatanya yang tidak ada. BUMD hanya mengetahui berapa penyertaan bersih atau saldo dari modal awal,” bebernya.
Ditanya tentang penyertaan modal Rp5 M serta bantuan pinjaman Bank BTN sebesar Rp2,8 M di BUMD PT Bangun Basel?, Kepala Inspektorat mengatakan hasil pemeriksaan terkait hal itu ada di komisaris BUMD.
“Sudah diperiksa juga namun hasilnya ada di komisaris dan manajemen perusahaan. Kami hanya mengetahui audit yang 2011 sampai dengan 2015. Nah, sekarang yang sedang berjalanan (KAP) audit tahun 2016, nanti ada kebijakan yang diambil oleh tim,” pungkas Dwi.
Terpisah, Direktur Utama BUMD PT Bangun Basel, Sopian saat dikonfirmasi mengatakan saat ini pihaknya masih beraktivitas bermitra dengan PT Timah dalam aktivitas tambang di IUP PT Timah, seraya melakukan pembenahan internal.
“Kita bermitra dengan PT Timah mengerjakan tambang. Sementara hanya ini. Kita sebagai payung hukumnya, dan masih ada lagi dua izin yang akan kita perpanjang lagi ke Provinsi Babel, kita juga dalam proses pembenahan internal,” jelas Sopian, kemarin sore.
Ia mengaku belum bisa berbuat banyak lantaran sejak dilantik sebagai Dirut BUMD pada Oktober 2016 lalu, belum ada bantuan permodalan dari pemerintah daerah untuk mengembangkan usaha BUMD.
“Ya sementara ini, aktivitas bermitra dengan PT Timah sebagai payung hukum. Kita sudah menemui Komisi II DPRD Basel, kita sampaikan tentang kondisi BUMD yang membutuhkan modal dalam usahanya, kita masih menunggu respon DPRD. Jika disetujui kita dapat modal, artinya ada pengembangan usaha. Untuk tahun 2018 ini, waullahualam apakah dapat bantuan penyertaan modal atau tidak,” kata Sopian seraya menyebutkan saat ini BUMD hanya bekerja dengan personil 4 orang saja.
Ditanya tentang hasil audit KAP terhadap laporan keuangan dan aset tahun 2011–2015 yang mendapatkan opini Disclaimer?, Sopian mengaku belum tau.
“Karena kita baru, jadi kita tidak tahu menahu soal itu, dan kita pun saat ini tahun 2016 akan diaudit oleh KAP. Informasi Tim KAP sudah datang akan diaudit tahun 2016,” pungkas Sopian. (raw/1)

Related posts