Bukit Pinteir Kampung Dul, Destinasi Wisata Baru di Pulau Bangka

  • Whatsapp
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman berada di atas Bukit Pinteir, Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (10/8/2020).(foto: Nurul Kurniasih)

RAKYATPOS.COM, PANGKALANBARU – Geliat pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai ditingkatkan. Tak saja hanya wisata pantai, namun kini wisata mendaki bukit juga mulai dikembangkan.

Salah satunya Bukit Pinteir, yang berada di Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah (Bateng). Kaki bukit yang bisa diakses menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua ini, tidak terlalu jauh dari pusat kota.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengapresiasi Yayasan Arrahman Arrahim yang mengembangkan wisata baru ini. Ia bahkan akan mendukung wisata ini bukan saja sekedar didaki oleh masyarakat, tetapi juga bisa dinikmati kalangan pecinta sepeda.

“Kami akan membantu pengelolaan Bukit Pinteir ini, untuk mendanai mereka membuat proyek downhill, sepeda turun gunung dan itu sangat menantang. itu salah satu atraksi yang bisa dijual nanti di sini,” ungkap Erzaldi, saat berada di atas Bukit Pinteir, Senin (10/8/2020) sore.

Baca Lainnya

Erzaldi didampingi istri, dan Plt Kadisbudpar Babel, serta anggota Pramuka Pangkalanbaru, mendaki bukit tersebut dan ia pun melihat pemandangan alam yang indah dari atas bukit.

“Rencana mereka juga akan ada flying fox, bukan bukit ini saja, tapi Bukit Pauh, dan Bukit Kejora juga akan dikelola, kami sangat mendukung, mudah-mudahan dengan mimpi-mimpi yang mereka ciptakan akan terealisasi,” ujarnya.

Yayasan, tambahnya, tidak saja menjadikan wilayah ini sebagai destinasi wisata, tetapi sekaligus melestarikan daerah ini.

“Harapan kita ini terus terjaga dan ini sangat luar biasa, kalau memang itu terjadi karena tempat wisata bukit yang sangat dekat dari kota selain di Teru, Simpang katis dan Air Mesu,” imbuhnya.

Tak hanya itu, mantan Bupati Bangka Tengah ini juga menginginkan di tempat wisata ini bukan sekedar menaiki bukit, tetapi pada musim durian, pengunjung juga bisa menikmati sensasi menunggu durian jatuh.

“Nunggu durian jatuh, makan di tempat itu ada sensasinya karena itu dilakukan pada malam hari,” tambahnya.

Pemerintah, lanjutnya, juga akan membantu memperbaiki menyiapkan infrastruktur dalam mengelola kawasan kehutanan, infrastruktur yang sifatnya tidak permanen.

“Kita hanya mengaspal sampai kepada batas akhir kawasan hutan tersebut,” sebut Erzaldi.

Dia menambahkan, Pemprov Babel akan memberikan pelatihan manajemen pengelolaan kawasan wisata untuk 30 wisata baru kerjasama dengan Mark Plus, termasuk Yayasan Arrahman Arrahim ini, untuk ikut manajemen pengelolaan kawasan wisata.

Ketua Yayasan Arrahman Arrahiim Kampung Dul, Murad mengatakan pihaknya memang baru mengelola kawasan ini. Dan diakuinya, sudah cukup banyak masyarakat yang berwisata ke bukit ini.

“Bukit ini tingginya 298 meter, kami sudah membuat jalan-jalan atau tangga untuk mendaki, mudah-mudahan masyarakat bisa menikmati wisata mendaki ini,” sebutnya.

Di kaki bukit, disediakan bangku-bangku untuk bersantai dan beberapa spot foto yang mulai dikembangkan. Yayasan, juga melakukan pembibitan tanaman, serta penghijauan lainnya.

Bagi anda yang berminat mendaki bukit ini, bisa langsung menuju lokasi Bukit Pinteir di Kampung Dul, bisa masuk melalui SPBU Kampung Dul atau dari arah Jalan Soekarno Hatta. Kemudian, masuk ke Jalan Bukit Pauh akan ada petunjuk arah untuk menuju lokasi.

“Lumayan melelahkan, beruntung cuaca panas, jadi jalannya tidak licin, udaranya juga masih asri, dan bisa melihat pemandangan dari atas,” ujar Yanti, salah satu pendaki.(nov/r2)

Related posts