Bujang Tua Ditemukan Meninggal di Pondok Kebun

  • Whatsapp

Warga Curiga Bau Busuk Menyengat

LUBUK BESAR – Warga Dusun Melingai Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang sudah membusuk, Minggu malam (28/7/2019). Jasad diketahui bernama Muslimin (50), seorang mualaf yang masih bujangan tinggal di dusun setempat.

Muat Lebih

Informasi yang diperoleh wartawan, penemuan mayat berawal keluhan dari masyarakat sekitar yang mencium aroma tidak sedap saat melintas di salah satu pondok kebun. Akhirnya beberapa orang warga berinisiatif mengecek pondok yang dimaksud, dan ternyata bau busuk menyengat tersebut berasal dari mayat manusia. Warga pun melaporkan temuan itu ke pihak berwajib, yang tak lama kemudian dilakukan evakuasi terhadap korban.

Kapolsek Lubuk Besar Ipda Samsul Bayumi seizin Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang membenarkan penemuan mayat tersebut. Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan belum diketahui penyebab kematian korban.

“Iya ada penemuan mayat Minggu sekitar pukul 20.00 WIB. Penyebab meninggalnya korban belum tahu. Kemungkinan bisa saja sakit, tidak ada yang mengurusnya di rumah hingga ditemukan meninggal,” tambahnya.

Sementara itu, setelah dilakukan visum oleh dokter di Puskesmas Lubuk Besar diketahui bahwa korban yang meninggal sekitar enam hari lalu karena sakit. Hal itu dikuatkan dari hasil pemeriksaan dokter dan penemuan obat asma di TKP.

“Setelah diperiksa oleh dokter ke rumah korban bahwa yang bersangkutan memang sakit. Kemudian dikuatkan lagi hasil penemuan bekas obat asma saat di lokasi kejadian,” ujar Ipda Samsul Bayumi.

Menurut dia, berdasarkan keterangan keluarga korban memang sudah lama tinggal di pondok kebun ubi milik saudara Atew, yang merupakan keponakan korban sejak 10 tahun yang lalu.

“Korban memiliki riwayat penyakit sesak nafas. Sudah lama tidak pulang ke kampung kurang lebih tiga bulan. Tidak mau dibangunkan rumah yang layak di kampung karena korban sering marah kalau di nasehati keluarga,” tukasnya.

Dari informasi yang dihimpun, tadi malam korban sudah dikebumikan pihak keluarganya di TPU Dusun B1 Desa Lubuk Besar.

Mayat Mengapung

Terpisah, Satpolair Bangka Barat berhasil mengevakuasi mayat yang terapung di wilayah Exspan perairan Jungku, Senin (29/7/2019) sekitar pukul 12.40 WIB. Korban atas nama Saidi (54) di bawa ke darat melalui jalur pantai Selindung.

Dari keterangan keluarga, korban sudah tidak pulang sejak hari Minggu (28/7/2019). Sebelumnya Minggu pagi sekira pukul 7.00 WIB, Saidi berpamitan untuk memasang pukat di pinggir pantai Selindung Bangka Barat.

Akan tetapi hingga sore hari korban tak kunjung pulang, keadaan ini membuat gelisah keluarga. Kemudian anak korban Atang (35) menyusul tempat bapaknya biasa memasang pukat namun dia hanya menemukan sepeda motor, berikut ikan hasil tangkapan serta alat pukat di pinggir pantai.

Menurut Kasat Polair Iptu Ferry Gunadi seizin Kapolres Bangka Barat, secara kasat mata tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban.

Pihaknya sempat membawa korban ke RSUD guna dilakukan visum serta otopsi, tetapi tidak diberikan ijin oleh keluarga. (ran/wan/6)

Pos terkait