Budayakan Gemar Membaca Melalui Program Literasi

No comment 139 views


Oleh: Sella Violeta
Siswa Kelas X IPA1 SMAN 1 Koba, Kabupaten Bangka Tengah

Sella Violeta

Beberapa waktu yang lalu dunia pendidikan Indonesia disibukkan dengan berbagai kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai pemberlakuan kurikulum sekolah. Seperti yang kita ketahui sebelum diterapkannya Kurikulum 2013, sekolah-sekolah di Indonesia menerapkan kurikulum 2006 atau KTSP. Peraturan ini, didasarkan pada Permendikbud No.160 Tahun 2014 Tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan 2013.
Tentunya, ada beberapa perbedaan mendasar antara kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 seperti kurikulum 2013 yang memprioritaskan nilai spiritual atau nilai religius, sedangkan KTSP memprioritaskan nilai pengetahuan. Perbedaan lainnya adalah diberlakukannya program literasi di berbagai sekolah di Indonesia sesuai dengan Permendikbud No.23 Tahun 2015.
Dalam upaya menumbuhkan minat baca siswa-siswi Indonesia, pemerintah melalui Kemendikbud meluncurkan sebuah program yaitu literasi. Literasi merupakan kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini, dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca siswa- siswi serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca dapat berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan secara bertahap.
Diberlakukannya program ini, bukan tanpa tujuan. Banyak sekali tujuan yang tersirat dari program literasi ini, selain menumbuhkan minat baca, salah satunya adalah mempertahankan keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca. Literasi juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca disemua mata pelajaran dengan menggunakan strategi membaca.
Namun, ternyata budaya literasi Indonesia terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti Programme for International Student Assesment (PISA). Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Yeyen Maryani mengatakan, hasil penelitian PISA 2012 pada bidang literasi atau kemampuan membaca dan menulis Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara. Hal inilah yang mendorong pihak Kemendikbud memberlakukan program literasi di sekolah.
Oleh karenanya, membaca dan menulis merupakan salah satu aktivitas penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, dibutuhkan pula intervensi secara terarah, konsisten, dan berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya literasi yang intensif. Pendekatan yang paling efektif adalah penyadaran literasi sejak dini dengan melibatkan dunia pendidikan. Hal ini, karena tidak dipungkiri hampir seluruh anak berstatus sebagai pelajar dan melalui proses pendidikan, sebuah program yang sistematik dan efektif.
Tidak hanya itu, dengan diberlakukannya program literasi di sekolah, para siswa dapat saling berbagi informasi melalui buku yang dibaca. Selain itu, program ini juga dapat menambah pengetahuan siswa akan jenis-jenis buku yang belum pernah mereka baca. Dengan demikian diharapkan siswa dapat memperoleh banyak wawasan dan pengetahuan dari berbagai macam jenis buku yang berbeda.
Namun, hal yang tidak kalah penting dalam menunjang program literasi ini sendiri adalah buku. Semakin banyak jumlah buku dan semakin menarik jenis buku berperan dalam memikat minat para siswa untuk membaca. Perpustakaan di dalam kelas misalnya merupakan salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk memikat minat baca. Sebagai contoh, SMA Negeri 1 Koba telah menerapkan program literasi di seluruh kelas.
Seluruh kelas di SMA Negeri 1 Koba dibagikan satu rak khusus sebagai tempat buku dan Alquran. Setiap kelas diwajibkan memiliki koleksi buku bacaan, sehingga di setiap kelas terdapat perpustakaan kelas masing-masing. Sebagai contoh, perpustakaan kelas X IPA 1 yang terdiri dari berbagai jenis buku yang menarik untuk dibaca, mulai dari novel, majalah, RPUL, RPAL, dan jenis buku lainnya. Selain dibaca, buku-buku tersebut juga dapat dipinjam di dalam jam sekolah. Hal ini juga memudahkan para siswa untuk saling bertukar buku dan membaca buku teman yang lainnya.
Tidak dapat dipungkiri, literasi merupakan salah satu terobosan baru dalam upaya meningkatkan kualitas membaca di sekolah. Program ini merupakan sebuah upaya keterlibatan pemerintah dalam menangani krisisnya angka minat baca di Indonesia. Literasi adalah inspirasi baru dalam mewujudkan pentingnya kegiatan membaca dan menulis. Semua pihak berperan penting dalam menunjang keberhasilan program literasi ini sendiri, mulai dari pemerintah, guru, siswa dan berbagai pihak terkait lainnya. Program literasi yang telah diterapkan di suatu sekolah dapat dijadikan sebagai pedoman untuk sekolah yang belum menerapkan program literasi.
Melalui program literasi ini, diharapkan meningkatnya angka minat baca masyarakat Indonesia yang masih terbilang rendah. Literasi adalah wadah dalam pembentukan gerakan Indonesia membaca dalam memberantas generasi yang tidak membaca satu pun buku dalam satu tahun, generasi yang rabun membaca, dan generasi yang lumpuh menulis. Budayakan gemar membaca melalui literasi sebagai program dalam memberantas generasi nol buku. Buku adalah ilmu, membaca adalah jendelanya. Membaca buku membuka jendela dunia. (****).

 

No Response

Leave a reply "Budayakan Gemar Membaca Melalui Program Literasi"