Buang Limbah ke Sungai, DPKPLH Basel Berikan Sangsi Teguran ke CV SBM

  • Whatsapp
Anggota Komisi III saat mengecek Ipal Limbah pabrik tapioka CV SBM yang diduga mencemari Sungai Pangkalbuluh (ist)

 

PAYUNG – Pengawas Lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Bangka Selatan, Ahmad Muzamil mengatakan pihaknya telah menegur CV Sari Bumi Mulya, pabrik tapioka desa Pangkalbuluh yang mengalirkan limbah pembuangan ldari kolam IPAL ke aliran sungai.

 

” Iya, memang tahun 2019 kami melakukan pengawasan ada temuan by pass (saluran pembuangan) di IPAL terakhir, dan kami sudah melayangkan surat teguran,” kata Zamil Pengawas Lingkungan Dinas DPKPLH yang ikut ke lokasi mendampingi Komisi III Selasa lalu (24/3/2020).

Baca Lainnya

 

Selain itu, Dinas DPKPLH waktu itu kata dia, telah memberikan sanksi kepada perusahaan berupa sanksi administrasi sebagaimana UU 32 Tahun 2009. Saluran pembuangan IPAL ke aliran sungai telah melanggar ketentuan pengolahan limbah, lantas perusahaan  belum mengantongi izin pengolahan limbah cair (IPLC). Hingga saat ini juga, CV. SBM belum mengantongi izin IPLC untuk membuang limbah ke sungai.

 

” Sanksi administrasi pertama kami minta mengangkat saluran bypass dan mengajukan izin IPLC, dan kemarin kami kesini memang masih ada, saluran pembuangan memang masih ada, dan kami tegur lagi untuk segera diangkat, dan kenyataan hari ini saluran itu sudah diangkat,” ungkap Zamil seraya menegaskan bahwa CV. SBM belum kantongi izin IPLC.

 

Lanjutnya, dugaan pencemaran memang diduga berasal dari limbah di Kolam IPAL yang dibuang ke aliran Sungai. Namun, pihaknya masih menguji sampel air ke laboratorium dan hasilnya belum keluar.

 

” dugaan pencemaran penyebab salah satunya, dugaan lain juga bisa dari tumpukan onggokan, karena onggokan yang diletakkan di bibir kolam IPAL dan dekat aliran sungai jika hujan maka berpotensi masuk kedalam saluran DAS itu,” tukasnya seraya mengatakan bahwa pihak perusahaan diduga telah sengaja membuang limbah ke aliran sungai. Sebelumnya, Komisi III DPRD Basel yang langsung dipimpin Ketua Komisi H Surianto didampingi Wakil Ketua Wendy dan Anggota Samsir melakukan sidak ke CV SBM.

 

Sayangnya, pada sidak tersebut, Komisi III tidak bertemu langsung dengan manajemen CV SBM lantaran tidak ada ditempat. Komisi III menyayangkan pengelolaan limbah pabrik yang tidak baik selain letaknya yang dekat dengan DAS, limbah yang dibuang ke DAS berdasarkan laporan masyarkat serta Pemdes Desa Pangkalbuluh menyebabkan ikan mati serta kulit warga mengalami gatal gatal. “Kita minta LH menegur CV SBM dan dapat mengelola limbah dengan baik” kata Wendy. (raw)

 

Related posts