BS Pondok Mandiri Masuk 2 Nominasi Kompetisi

No comment 111 views


Gito dan Roby foto bersama Anak-anak yang baru saja menyetorkan sampah untuk ditukarkan dengan hasil kerajinan daur ulang Bank Sampah Pondok Mandiri.(foto: raw)

Sisihkan 4000 Proposal Wilayah Barat

TOBOALI – Para aktivis peduli sampah yang tergabung dalam Bank Sampah Pondok Mandiri terus berkreasi. Selain secara rutin mengelola sampah, BS Pondok Mandiri yang digawangi oleh Roby Andrian sebagai Direktur Bank Sampah dan Gito sebagai Dewan Pembina Yayasan Bank Sampah Pondok Mandiri saat masuk dua nominasi lomba yakni Soprema UGM 2017 Kompetisi & Expo Sosiopreneur Muda Indonesia 2017 tingkat nasional. Dari ribuan proposal yang masuk, Bank Sampah Pondok Mandiri masuk dalam Top 100.
Selain itu, Bank Sampah Pondok Mandiri juga lolos dalam Diplomat Succes Challenge 2017 dari Wismilak Foundation. Khususnya lomba ini yang diminta tampil adalah perseorangan yakni Gito Bank Sampah Pondok Mandiri (BSPM). 
Demikian dikatakan Teller BSPM, Maya Purnamasari kepada wartawan Kamis (10/8/2017). Dari 4000 lebih proposal yang masuk, Gito BSPM masuk dalam 30 proposal terpilih wilayah barat. 
“Untuk Soprema UGM, Pondok Mandiri masuk Top 100, dan kita akan diundang ke UGM untuk presentasi semua tentang Bak Sampah Pondok Mandiri dihadapan juri serta dengan peserta lainnya, sedangkan untuk Diplomat Succes Challenge 2017, nanti Gito yang akan tampil untuk mengikuti audisi 10 besar diseleksi menuju hadiah hibah total Rp 2 M, mohon doanya masyarakat Bangka Selatan dan Bangka Belitung, agar Bank Sampah Pondok Mandiri mampu berkompetisi secara maksimal dan membawa nama baik Bangka Selatan dan Bangka Belitung khususnya pengelolaan sampah oleh Bank Sampah Pondok Mandiri,” ujar Maya. Seperti dilansir sebelumnya,  Bank sampah Pondok Mandiri yang didirikan sejak 26 Desember 2016 lalu telah berhasil memiliki nasabah bank sampah mencapai 159 orang yang tersebar di Toboali. Bahkan satu dari nasabahnya telah berhasil menabung sampah senilai Rp499 ribu rupiah. Para nasabah BS Pondok Mandiri telah membuka rekening Bank BNI Cabang Toboali. Bukan itu saja, bank sampah ini telah mampu melaksanakan sepuluh program mulai dari berobat bayar sampah, bimbel pondok mandiri (belajar bawa sampah), tabungan hari raya (THR), Kakus (kotak amal khusus sampah), pinjam uang bayar sampah (jamu basah), alat pembayaran dari sampah, arisan sampah, apotek pondok mandiri, from trash to gold hingga butik daur ulang.
“Berawal dari keinginan kita untuk mengelola sampah, kita mencoba belajar untuk mengelola sampah secara efektif, coba buka di internet, berkomunikasi dengan tim kuning Pemkab Basel, dan akhirnya kita berdiskusi dengan Ketua TP PKK Basel Ekawati Justiar, kemudian kita laksanakan HPSN tahun 2016 lalu, yang awalnya baru terbentuk 5 bank sampah di Basel,” ujar Robi didampingi Gito dan Maya Purnamasari beberapa waktu lalu.
Keinginan Roby dan Gito tak hanya membangun bank sampah yang sekadar membeli dan menjual sampah saja, tetapi keberadaan bank sampah mampu memberikan nilai edukasi kepada masyarakat. “Edukasi Bank Sampah Pondok Mandiri adalah seperti bimbel pondok mandiri, mengajarkan siswa untuk membawa sampah pada saat bimbel, ada inovasi dan kreasi dengan berobat membayar sampah. Kita bekerja sama dengan dokter di Toboali, warga cukup membayar dengan sampah dan bisa berobat dengan dokter yang telah bekerja sama dengan kita, begitu juga dengan delapan program lainnya, hanya program from trash to gold yang belum maksimal berjalan,” kata Gito.
Di sisi lain, kata Roby, Bank Sampah Pondok Mandiri juga membina beberapa pengrajin di Toboali yang hasil kerajinannya bisa ditukarkan dengan sampah. 
“Kita melakukan butik daur ulang, kita survei dan bina pengrajin, kita fasilitasi, bantu bahannya, dan hasil kerajinannya kita jual dengan menukarkan sampah. Seperti Minggu lalu, kita ajak masyarakat memilah sampah, menukarkan sampah mereka dengan air fusui. Karena pada dasarnya sampah itu bernilai, tinggal bagaimana kita dapat mengelola dengan baik sampah organik anorganik,” jelas Robi.
Ia juga menyebutkan, beberapa waktu lalu komunitas sampah di Sungailiat Bangka pernah melakukan studi banding pengelolaan sampah ke Bank Sampah Pondok Mandiri. Saat ini, Bank Sampah Pondok Mandiri sekretariat di Kampung Padang. Sedangkan pusat edukasinya terletak di Lapangan Bola Kampung Bukit dan gudang penampungan di Teladan Toboali. (raw/3)

No Response

Leave a reply "BS Pondok Mandiri Masuk 2 Nominasi Kompetisi"