BRI Investigasi Internal Kasus Fraud Credit

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Pemimpin Cabang (Pimcab) BRI Pangkalpinang, Yerri Chandra akhirnya angkat bicara terkait proses pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pemberian fasilitas kredit kepada 41 debitur atau yang lebih dikenal dengan istilah perbankan, yaitu Fraud Credit.

Read More

Pihaknya pun bahkan telah melakukan investigasi internal kasus Fraud yang seyogyanya kini tengah dibidik oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Tipidsus Kejati Babel).

“Kami telah melakukan investigasi internal sebagaimana kejadian tersebut dan hasil investigasi internal kami ini untuk menemukan kejanggalan-kejanggalan,” kata Yerri ditemui Rakyat Pos di ruang kerjanya, Senin sore (24/2/2020).

Ia menegaskan bahwa BRI akan memberikan sanksi kepada oknum pekerja yang terlibat dalam kasus tersebut. Selain itu, juga menerapkan zero tolerance terhadap kejadian Fraud yang dilakukan oleh para pelaku.

“Oknum pekerja akan kita proses. Memang kita tidak ada istilahnya toleransi untuk setiap Fraud yang ada di Babel ini,” tegasnya.

Masih dikatakan Yerri, BRI sejauh ini telah berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk dapat memproses/menyelesaikan kasus hukum tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dari hasil investigasi inilah, kita sampaikan kepada pihak berwenang,” tuturnya.

Pria yang baru bertugas selama tujuh bulan ini tak membantah bahwa BRI Cabang Pangkalpinang dan Cabang Pembantu Depati Amir sejak 2017 hingga 2019 mengucurkan kredit kepada 41 debitur dengan plafond sebesar Rp39.975.000.000,-.

Bahkan, lima orang yang telah dimintai keterangan oleh jaksa, diantaranya RMNPL BRI Cabang Pangkalpinang Mu, Manager Pemasaran BRI Cabang Pangkalpinang Ju, Pincapem/Pemutus Pemrakarsa BRI Cabang Pembantu Depati Amir Al dan Ri serta Debitur BRI Cabang Pangkalpinang Fa.

“Lebih kurangnya, ya seperti inilah,” singkatnya.

Namun sayangnya, Yerri masih enggan membeberkan mengenai proses penyaluran dana kredit di perbankan, lantaran masih dalam tahap penyelidikan.

“Nah, itu masih penyelidikan karena selain ini, banyak pihak yang terkait itu. Biar proses berjalan dululah, nanti seiring progres apa yang bisa kita rilis, akan kita rilis. Mungkin bersabar dulu,” janjinya.

Dia menambahkan pihaknya akan mengikuti proses hukum yang tengah berjalan dikejaksaan

Sekedar diketahui, Fraud adalah tindakan curang yang dilakukan sedemikian rupa, sehingga menguntungkan diri sendiri, kelompok, atau pihak lain (perorangan, perusahaan atau institusi). (bis/6)

Related posts