BPOM Dorong Pihak Ketiga Uji Sampel Produk Pangan

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Hermanto meminta pelaku usaha melakukan uji sampel terhadap produk yang dijual sehingga lebih meyakinkan masyarakat.

Untuk uji sampel ini, kata Hermanto, memang ada biaya yang dibebankan kepada pihak ketiga. Pelanggan pihak ketiga, lanjutnya, dapat mendatangi BPOM Pangkalpinang untuk meminta uji sampel.

“Uji yang dapat dilakukan, diantaranya pada air, terasi, rusip, pempek, kemplang, sosis, kecap manis, minuman, bakso, minuman kemasan berasa dan minuman alkohol,” kata Hermanto kepada wartawan, belum lama ini.

Selain itu, lanjut dia, sampel yang diuji pada garam, pangan (uji logam berat), pangan, madu, gula merah, sampel dari bea cukai, VCO, ladaz pangan (uji mikro), kosmetik dan obat tradisional.

“Pelanggan eksternal membawa sampel dan pengantar dari instansi membawa dokumen, kemudian cek laboratorium dan diidentifikasi jenis dan uji biaya. Setelah setuju, pelanggan mengisi form pengajuan, kemudian bendahara penerimaan menerbitkan billing,” katanya.

Kemudian, Hermanto menambahkan, pelanggan dapat melakukan penyetoran ke bank, baru kemudian dilakukan uji laboratorium, setelah keluar hasilnya, baru dikeluarkan sertifikat kepada pelanggan.

Dia berharap, pelaku usaha di Babel ini dapat melakukan uji sampel, agar produk yang dijual benar-benar layak konsumsi, dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Banyak bahan berbahaya, yang kerap digunakan dalam produk makanan, diantaranya formalin, boraks, rhodamin B dan methanyl yellow. Formalin, katanya, sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan.

“Beberapa penyalahgunaan formalin pada pangan diantaranya mi basah, tahu, ikan segar, ikan asin dan ikan kering,” ulasnya.

Sementara itu, pada boraks, umumnya banyak disalahgunakan pada mi basah, bakso, lontong, cilok, otak-otak, kerupuk, dan lainnya.

Sedangkan untuk rhodamin B dan methanyl yellow sering disalahgunakan untuk bahan pangan antara lain kerupuk, terasi, gulali, serta sirup bewarna.

“Pangan yang mengandung methanyl yellow warnanya mencolok atau kuning mencolok dan cenderung berpendar, banyak memberikan titik-titik warna tidak merata,” pungkasnya.(nov/10)

Related posts