by

BPJS Kesehatan Tidak Lagi Gratis

-NEWS-375 views

Peserta Kena Biaya Tambahan
Bantah Tutupi Defisit Anggaran

Pangkalpinang – Deputi Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan wilayah Sumsel, Babel, dan Bengkulu, Erna Wijaya Kusuma, membantah jika urun biaya yang nantinya diberlakukan BPJS kesehatan sebagai cara untuk menutupi biaya defisit anggaran di tubuh BPJS kesehatan.
Ia menjelaskan, bahwa sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 82 tahun 2018, tentang jaminan kesehatan, dan Kementerian Kesehatan menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkas) No.51 Tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam program JKN.
“Memang akan ada rencana urun biaya, tetapi untuk pelayanan tertentu, tapi ini masih digodok di Kementerian Kesehatan, dan belum ditentukan,” kata Erna, usai berdiskusi dalam forum pemangku kepentingan di ruang Romodong, kantor gubernur Babel, Selasa (19/3/2019).
Dalam forum ini, ia menyebutkan, sudah menginformasikan kepada Pemprov Babel, yang nantinya diharapkan sampai kepada masyarakat, bahwa akan ada rencana urun biaya tersebut, yang dibebankan kepada peserta BPJS kesehatan.
“Urun biaya ini bukan untuk menutupi defisit BPJS, tetapi untuk menghindari penyalahgunaan pelayanan, misalnya keinginan selera peserta, peserta minta pelayanan ini yang sebetulnya enggak perlu,” jelasnya.
Urun biaya yang ditanggung oleh peserta ini, nantinya akan diberlakukan untuk pelayanan tertentu, namun sayangnya Erna tidak merinci jenis dan sistem serta penerapan urun biaya tersebut.
Untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) tidak dikenakan urun biaya, demikian juga dengan selisih biaya dalam Permenkes 51.
“Penerapan ini masih menunggu waktu, ada pengkajiannya baru kemudian sosialisasi dan penerapan,” tandasnya.
Sementara dalam Permeknss 51, terkait selisih biaya, Erna menyebutkan, ini diberlakukan bagi pasien yang akan pindah kelas ketika dirawat, hanya bisa naik satu tingkat.
“Kalau ambil kelas lebih dari hak, diperkenankan naik satu tingkat, misalnya kelas dua hanya boleh naik ke kelas tiga, enggak boleh ke kelas satu, kalau demikian artinya kan dia mampu, kenapa ngambil kelas tiga (kepesertaan), dikecualikan PBI tidak boleh naik naik kelas, kalau naik kelas artinya mampu, dan beban pemerintah akan semakin besar,” jelasnya.
Dalam pertemuan ini, BPJS juga membahas mengenai kepesertaan di Babel yang baru mencapai 70 persen, masih terdapat 30 persen lagi warga Babel yang belum terjamin kesehatannya.
“Kami menyampaikan progres pencapaian kepesertaan BPJS kesehatan di Babel, masih sekitar 30 persen lagi yang belum, ini kita minta pemerintah bisa mempercepat, karena tahun ini semuanya harus tercover,” bebern.
Erna menyebutkan, di Babel baru dua kabupaten yang sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC) yakni Belitung dan Beltim, sementara lainnya belum.
“Diharapkan 2019 seluruh masyarakat sudah punya jaminan, jadi kalau sakit enggak pusing lagi dengan memikirkan biaya kesehatan, menjadi peserta kelas tiga iurannya juga murah kok, sudah dapet pelayanan yang canggih, beli rokok bisa, kok bayar iuran enggak mau,” tandasnya.
Selain itu, BPJS kesehatan juga mendorong pemerintah kabupaten/kota, untuk memasukkan perangkat desa menjadi peserta BPJS kesehatan.
“Peserta yang tidak merasa puas dengan layanan BPJS juga bisa menyampaikan keluhannya, baik mellaui website, call Center kami dan aplikasi lapor juga ada, sehingga kepuasan peserta bisa kami tingkatkan,” tambah erna.
Asisten Setda Pemprov Babel, Yulizar mengatakan, Pemprov Babel akan berkoordinasi dengan Kabupaten dan Kota, untuk mempercepat kepesertaan BPJS kesehatan ini, terutama di kabupaten yang masih ada warganya belum tercover jaminan kesehatan.
“Pemprov mendukung program ini dan yang belum seluruhnya, diharapkan bisa menganggarkan di kabupaten/kota untuk menjadi kepesertaan peneima bantuan iuran, kami akan bicarakan,” katanya.
Demikian juga dengan perangkat desa, DPMD Babel juga akan berkoordinasi dengan Kabupaten/kota, agar menganggarkan biaya PBI untuk perangkat desa.
“Yang belum ada 231 desa perangkat desanya belum belum ikut JKN, ini akan kita dorong,” pungkasnya. (nov/6)

Comment

BERITA TERBARU