Bos Solar Ilegal Ditangkap

  • Whatsapp
BOS SOLAR – Seorang bos solar ilegal, Royzal bersama tersangka lain saat akan dibawa petugas ke Mapolda Babel, Rabu dini hari (12/4/2107). Dalam penangkapan solar ilegal ini, polisi mengamankan sekitar 8,7 ton solar dari Desa Bakit, Bangka Barat. Selain kedua tersangka, ikut diciduk 4 warga lainnya yang diduga turut serta dalam kejahatan migas ini. Insert: Proses pengamanan barang bukti yang dikawal ketat petugas dengan senjata laras panjang. (Foto: Bambang Irawan/Ist)

8,7 Ton Solar Diamankan
Dari SPBU dan Kapal Penyuplai KIP

PARITTIGA – Tim gabungan (Timgab) yang terdiri dari Intel Satuan Brigade Mobil Polda Kepulauan Bangka Belitung (Satbrimobda Babel) dan Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Babel, Rabu dini hari (12/4/2017) mengamankan sebanyak 8 ton dan 700 liter bahan bakar minyak jenis solar di wilayah perairan Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.
Selain mengamankan solar, polisi juga turut menangkap bos pemilik solar, yakni Royzal sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi menduga solar yang dimiliki tersangka tersebut dibeli dari kapal penyuplai solar untuk kapal isap. Diamankan juga 6 orang dari lokasi kejadian guna dimintai keterangan lebih jauh mengenai peredaran solar yang diduga selama ini dijual kembali ke tambang ilegal.
“Solar sebanyak 8,7 ton ini kita amankan di TKP (tempat kejadian perkara) wilayah Desa Bakit, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat. Kita juga menangkap pelaku Royzal sebagai pemilk barang ini dan ditangkap pula 2 orang kuli pikul, yakni Lidan dan Ahmad,” kata Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun’im kepada Rakyat Pos, dalam sambungan telepon Jumat (14/4/2017).
Dijelaskan Abdul Mun’im, barang bukti solar ini didapati petugas ketika pelaku dan rekan-rekannya sedang melakukan bongkar muat solar sebanyak 63 jerigen yang berisi masing-masing 20 liter.
“Solar dalam jerigen 20 liter ini diduga dibeli seharga 80 ribu rupiah per/jerigen dengan menggunakan kapal laut kecil mesin tempel merk Yamaha 15 PK. Pelaku diduga tertangkap tangan telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan BBM jenis solar yang dibeli secara diam-diam dari kapal penyuplai solar untuk kapal isap,” ungkapnya.
Dalam penangkapan itu, tim Intel Satbrimob dibawah pimpinan Iptu Rene langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku dengan didampingi Kades Bakit, Ahmad Amsyir.
“Ketika digeledah, petugas menemukan sebanyak 313 jerigen isi 20 liter dan 55 jerigen 30 liter serta 4 drum solar di kediaman tersangka. Menurut keterangan tersangka BBM ketika diinterogasi, solar tersebut akan dijual kepada masyarakat dengan harga 110 ribu rupiah per jerigen untuk partai besar dan 120 ribu rupiah per jerigen untuk harga eceran,” papa Mun’im.
Selain menangkap 2 orang pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka utama, polisi juga mengamankan 4 orang lainnya yang diduga turut serta dalam penyalahgunaan BBM itu.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel, Kombes Pol Mukti Juharsa membenarkan, barang bukti yang diamankan dalam penangkapan solar ilegal tersebut seluruhnya berjumlah 8 ton 700 liter.
“Saksi-saksi yang kita amankan ada 6 orang, yakni dua karyawan di kapal, dua orang yang membantu dan dua orang lainnya sebagai pembeli. Solar-solar ini ada yang dibeli di SPBU dan ada juga dibeli dari kapal. Barang ini akan dijual ke tempat-tempat penambangan,” tukasnya.
Untuk itu, penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 53 dan Pasal 55 Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) dengan ancaman pidana kurungan penjara selama 5 tahun.
“Tersangka dan barang bukti kini telah diamankan di Mapolda guna proses penyidikan lebih lanjut. Kasus ini ditangani oleh Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus,” tambahnya. (bis/1)

Related posts