Bollard di Pangkalpinang Dituding Kejar Proyek

  • Whatsapp
Bollard yang dipasang disejumlah titik di Pangkalpinang, dinilai tak efektif. Seperti Bollard di sepanjang Jalan Hamidah ini, tetap digunakan sebagai tempat parkir kenderaan roda dua. (foto: Roni Bayu)

PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol mengkritisi penataan trotoar yang ada di Kota Pangkalpinang dengan bola-bola beton.

Dia menilai, keberadaan bola-bola beton atau yang disebut bollard yang ditempatkan di beberapa titik lokasi ini tidak berfungsi dengan baik.

“Ya, agak sedikit kreatif, jangan sekedar mengejar proyeknya saja (bola-bola itu-red) ternyata nya kan tidak efektif, tetap aja mereka (pemilik kendaraan roda dua-red) parkir nggak karuan,” kata Rina kepada sejumlah wartawan belum lama ini.

Selain itu, menurut politisi PDI Perjuangan ini, seharusnya penempatan bollard itu juga disesuaikan dengan kontruksi trotoar.

Baca Lainnya

“Bola-bola itu boleh untuk mempercantik tapi bukan disepanjang jalan, contoh di trotoar di sepanjang sebelah Rumah Sakit Bakti Timah, ternyata kan amblas,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia menilai, perencanaan yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pangkalpinang ini tidak jelas.

“Artinya kan pemubaziran anggaran, perencanaannya tidak jelas, mereka hanya mengejar target proyeknya saja, tapi bukan pemanfaatan untuk masyarakat yang lebih panjang,” tukasnya. (ron/6)

Related posts