Bocah 13 Tahun Digarap Ayah Tiri

  • Whatsapp

Terkuak, Isteri Pecah Ban Motor
Polisi Curigai Keterangan Pelaku

Membalong – Kelakuan Rf (44) benar-benar bejat. Tak hanya tega mencabuli anak tirinya yang baru berusia 13 tahun, sebut saja namanya Bunga.

Rf yang tertangkap basah oleh ibu kandung korban, sempat melarikan diri dengan turut serta membawa kabur Bunga.

Pecah ban motor memberi petunjuk bagi Mirna mengungkap aksi bejat Rf terhadap anak gadisnya. Kejadian itu pada Jumat pagi (11/1/2019), tak lama Mirna pergi berangkat kerja.

Tiba-tiba ditengah perjalanan ban motor yang dikendarainya pecah sehingga Mirna memutuskan memilih kembali ke rumah di Desa Air Kundur Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung.

Setiba di rumah, dia melihat sang suami RF dalam kondisi telanjang di kamarnya. Curiga, lantas ia langsung menuju tempat tidur Bunga dan mendapati anaknya sedang tertunduk.

“Merasa curiga langsung menanyakan kepada Bunga, apa yang dilakukan ayahnya. Awalnya dia bungkam. Namun, akhirnya Bunga mengaku telah disetubuhi oleh ayah tirinya,” jelas Kapolsek Membalong AKP Ghalih Nugroho, Selasa (15/01/19).

Mendengar pengakuan Bunga, sang ibu langsung melaporkan peristiwa persetubuhan tersebut ke RT setempat dan diteruskan ke Polsek Membalong.

Usai menerima laporan, jajaran Satreskrim Polsek Membalong mendatangi lokasi rumah Mirna.
Ternyata pelaku Rf sudah kabur dengan nekat membawa anak tirinya. Namun, pihak kepolisian berupaya melakukan pencarian mengenai keberadaan pelaku.

Polisi kemudian memperoleh informasi RF berada di rumahnya, tak ingin buruan lepas Tim Reskrim Polsek Membalong langsung menggerebek kediaman Rf, Sabtu (12/1) dini hari.

Kedatangan polisi secara tiba-tiba, membuat pelaku tak berkutik. Alhasil, Rf digelandang Mapolsek Membalong untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Bunga mengaku dirinya baru sekali disetubuhi ayah tirinya. Korban mengatakan sempat diancam pelaku yang akan menceraikan ibunya, apabila tidak melayani nafsu bejatnya.
Sedangkan pengakuan dari tersangka, dia melakukan persetubuhan itu secara spontanitas.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut. Diduga tersangka bukan sekali melakukan perbuatan tak senonoh kepada anak tirinya.”Hingga saat ini, kita masih lakukan pemeriksaan,” lanjut Galih.

Atas perbuatannya polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 81 Ayat 1, Pasal 82 Ayat 2 dan Pasal 83 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014, atas Perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya bisa tujuh tahun hingga diatas 10 tahun penjara. Untuk tersangka dan barang bukti seperti baju milik keduanya saat ini sudah kita amankan,” pungkasnya. (dod/6)

Related posts