BNN Bongkar TPPU 5,2 Miliar dari Napi Wanita Kalsel

  • Whatsapp
Narapidana penghuni Lapas Wanita Martapura Banjar, Kalsel.(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia kembali menunjukkan kelasnya dengan berhasil membongkar kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika yang dilakukan seorang Narapidana penghuni Lapas Wanita Martapura Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Wanita berinisial M tersebut, mendekam di penjara sejak tahun 2016 karena kasus Narkoba.

Read More

Tim Direktorat TPPU BNN RI yang dipimpin Bahagia Dachi berhasil menelusuri sejumlah aliran dana hasil kejahatan Narkotika yang dikendalikan oleh M dari balik Lembaga Pemasyaratakan (Lapas) di Kalsel tersebut.

Modus yang dilakukan M adalah meminjamkan sejumlah rekening miliknya atas nama orang lain ke beberapa narapidana narkotika lainnya untuk melakukan transaksi narkotika.

Luar biasa jurus kejahatan yang dilakukan Napi wanita M tersebut, tak tanggung-tanggung, total aset yang dimiliki M dari hasil usahanya meminjamkan rekening kepada narapidana narkotika mencapai Rp5,2 Miliar. Aset milyaran rupiah tersebut berupa rumah dan beberapa kendaraan mewah yang pernah dibelinya.

M mengaku telah menggunakan uang tersebut untuk membeli beberapa barang (aset miliknya yang tengah disita petugas) serta mencukupi kebutuhannya selama di Lapas.

Diketahui M mendapat fee dari hasil transaksi narkotika tersebut sebanyak 15% persen per transaksi. M meminjamkan lima buah rekening miliknya atas nama orang lain yang tak lain merupakan keluarganya.

Dua rekening diantaranya menggunakan nama sepupunya, satu rekening menggunakan nama ibu kandungnya, satu rekening menggunakan nama keponakannya dan satu rekening lainnya menggunakan nama orang lain.

Karo Humas dan Protokol BNN RI,  Sulistyo Pudjo Hartono dalam rilis yang diterima rakyatpos.com, Selasa (25/8/2020) membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa Tim BNN RI juga melakukan penggeledahan di dalam Lapas yang dihuni M dan menemukan lagi dua unit handphone, lima bungkus plastik klip berisi kalung emas, serta uang tunai sebesar Rp4 juta.

Atas perbuatannya, M akan dijerat dengan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun. (bis)

Related posts