BKPSDM Beltim Pastikan Tahapan Rekrutmen CPNS 2019 Lanjut

  • Whatsapp
Yuspian

SKB Tertunda Dilaksanakan September – Oktober

MANGGAR – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Belitung Timur (BKPSDM Beltim) memastikan jika tahapan rekrutmen CPNS Tahun 2019 lalu tetap akan dilanjutkan di tahun 2020 ini.

Seleksi Kompetesi Bidang yang sebelumnya tertunda akan dilaksanakan sebelum akhir tahun 2020.

Kepala BKPSDM Beltim, Yuspian mengatakan, meski Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menyatakan pemerintah pusat tidak akan membuka rekrutmen CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam dua tahun ke depan, namun khusus untuk rekrutmen CPNS 2019 tetap dilanjutkan.

Baca Lainnya

“Tetap lanjut seleksinya, itu kan untuk rekrutmen yang tahun 2020 dan 2021. Yang 2019 kemarin tetap jalan. Malah kita ini sudah terlalu lama ditundanya,” ujar Yuspian saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2020).

Diakui Yuspian, rencana awal di tahun 2020 lalu, pemerintah akan melaksanakan tiga rekrutmen, yakni lanjutan tekrutmen CPNS 2019, rekrumen CPNS 2020 dan rekrutmen PPPK 2020. Namun, akibat COVID-19, pemerintah pusat menghapus dua rekrutmen yang belum terlaksana tersebut.

“Yang satu lanjut, yang duanya dihilangkan. Soalnya rekrutmen CPNS 2019 – 2020 baru bisa selesai akhir tahun. Jadi, tidak memungkinkan kalau ada rekrutmen,” ungkap Yuspian.

Untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang sempat tertunda, Yuspian memperkirakan baru akan dilaksanakan pada September hingga Oktober 2020, sambil menunggu kesiapan di daerah lainnya.

“Paling cepat Agustus. Cuman kan kita tidak bisa jadi patokan. Memang, Beltim hijau statusnya, cuman kalau daerah lain masih merah susah. Karena ini rekrutmen secara nasional, jadi harus serentak,” tegasnya.

BKPSDM Beltim, dikatakannya lagi, juga masih menunggu petunjuk teknis terkait proses Rekrutmen CPNS 2019 – 2020. Mengingat akan banyak perubahan yang terjadi baik dalam tahapan maupun dalam proses rekrutmen akibat COVID-19 ini.

“SOP-nya kan belum ada dari Kementerian. Kita tunggu saja. Namun, yang jelas harus di eksekusi tahun 2020 ini,” pungkasnya. (yan/kmf/3).

Related posts