BKPSDM Babel Akan Dipecah Lagi

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah

PANGKALPINANG – Setelah sebelumnya dua organisasi perangkat daerah (OPD) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Diklat (Bandiklat) digabungkan menjadi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Babel, kali ini, OPD yang baru berdiri beberapa tahun ini akan kembali dipecah menjadi dua OPD, khusus menangani kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Wagub Babel, Abdul Fatah membantah jika pemecahan OPD ini karena kurang matangnya perencanaan di Pemprov Babel. Menurutnya, kala itu penggabungan dua OPD ini dilakukan karena efisiensi.

“Dulu arah berfikir untuk efisien kita gabungkan, kemudian tuntutan dan arah kebijakan nasional berubah, tidak ada kata lain, tidak bisa digabung harus dipisah an tidak hanya terjadi di Babel saja tetapi di tataran nasional,” kata Fatah kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Dulu, dia menambahkan, di pemerintah pusat juga hanya ada biro kepegawaian, kemudian muncul bagian lainnya untuk khusus menangani pembinaan dan pengembangan pegawai. Hal ini, diselaraskan dengan kebijakan pusat dengan daerah dalam rencana RPJMN diantara misinya meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Baca Lainnya

“Kalau ingin meningkatkan kualitas SDM, penyampai pesan harus profesional, sehingga seperti yang disyaratkan, pengajar atau Widyaiswara-nya harus profesional,” ulasnya.

ASN, sebut Fatah, tugasnya adalah memberikan pelayanan, kalau kualitas SDM lemah, maka akhirnya apa yang dilayani akan menjadi lemah, tak mungkin bisa menyampaikan apa yang digariskan.

“Kami ingin memacu dan tingkat kualitas SDM, maka BKPSDM harus dipecah jadi dua,
dalam persiapkan tenaga pengampu harus punya Widyaiswara ahli, karena ini akan mewarnai lembaga baru,” ujarnya.

Saat ini, BKPSDM sudah punya dua Widyaiswara utama ahli, salah satunya mantan Sekda Babel, Yan Megawandi dan akan tambah satu lagi namun masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.

“Dengan tiga (Widyaiswara-red) kami yakin dalam formulasi kemana arah program badan diklat dan tahun 2020 ini sudah akan tertata dengan baik, karena yang jadi Widyaiswara yang punya pengalaman birokrasi luar biasa,” sebutnya. (nov/10)

Related posts