by

BKKBN Libatkan Pelajar dalam Pengendalian Penduduk

Sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja yang digelar BKKBN Babel bersama Pemkab Bangka di Gedung Sepintu Sedulang, Sungailiat, Selasa (6/11/2018).(foto: istimewa)

SUNGAILIAT- Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka memberikan sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja di Gedung Sepintu Sedulang, Sungailiat, Selasa (6/11/2018).

Wakil Bupati Bangka Syahbudin mengatakan kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan informasi mengenai program pengendalian penduduk, keluarga berencana dan pembangunan keluarga kepada masyarakat, terutama generasi muda mengenai isu-isu kependudukan.

“Dengan demikian para peserta sosialisasi dapat memiliki pengetahuan serta pemahaman dalam pembangunan kependudukan, serta usaha dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan terkendalinya jumlah penduduk di Kabupaten Bangka,”ungkapnya.

Berdasarkan data statistik, lanjut dia, capaian peserta KB baru di Kabupaten Bangka sebesar 55,2 persen berada di bawah capaian peserta KB baru Provinsi Babel sebesar 56,62 persen, sedangkan tingkat partisipasi pasangan usia subur di Bangka dalam menggunakan alat kontrasepsi sudah cukup tinggi sebesar 79, 1 persen.

“Ini harus menjadi pemicu usaha kita dalam mengajak masyarakat untuk mengikuti program KB. Para remaja adalah harapan bangsa yang mana harus memiliki visi kedepan, berkualitas, maju, kreatif, inovatif, mandiri, dan berahlak mulia. Dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan capaian hasil pelayanan KB di Bangka serta guna menumbuhkan pengetahuan tentang isu kependudukan,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Babel Etna Estalita mengakui kegiatan ini menyasar para pelajar SLTA. BKKBN, katanya, sudah melakukan sosialisasi di Provinsi Babel dengan tema yang berbeda-beda di Kabupaten Bangka tentang pengendalian penduduk dan Kota Pangkalpinang mengenai remaja dan Kabupaten Bangka Barat tentang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

“BKKBN sengaja membidik kalangan pelajar karena harus masuk ke seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan daerah bisa berwawasan kependudukan. Sebenarnya sosialisasi kependudukan ini mulai sejak dini dari SD, SMP hingga SMA mestinya sudah diberi ilmu tentang kependudukan,” kata Etna.

Menurutnya, BKKBN sudah membuat Sekolah Siaga Kependudukan di sekolah-sekolah namun belum secara keseluruhan, baru sebagai pilot project. Selain itu membuat grand design kependudukan karena data kependudukan sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan. “Grand design ini sesuai potensi daerah masing-masing dimasuk ke eksekutif dan legislatif untuk dimasukan kedalam RPJMD,” bebernya.

Etna mengemukakan, untuk kondisi kependudukan di Indonesia di tingkat dunia berada di posisi empat besar penduduk terbanyak. Peringkat pertama yaitu Cina, kedua India dan ketiga Amerika. Namun untuk China dan Amerika sudah menjadi negara maju sedangkan Indonesia masih negara berkembang.

Dijelaskannya, kesejahteraan dari suatu negara itu bukan ditentukan sumber daya alam tetapi 80 persen oleh sumber daya manusia. Artinya sumber daya manusia itu lebih penting daripada sumber daya alam. Contohnya seperti Singapura yang sumber daya alamnya minim tetapi sumber daya manusianya maju.

“Sedangkan kondisi pertumbuhan penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 2,07 yang diatas rata-rata nasional. Namun pertumbuhan penduduk di Babel menurutnya bukan karena faktor angka kelahiran tetapi adanya migrasi penduduk ke Babel. Kalau untuk program KB di Babel berhasil 2,3 sedangkan di nasional 2,4,” pungkasnya(snt/rls/10)

Comment

BERITA TERBARU