BK Belum Proses 2 Anggota Dewan

  • Whatsapp

Konflik Komisi IV dan KONI Babel
DPRD Minta KONI Jangan Tersinggung

PANGKALPINANG – Menengahi konflik antara Komisi IV dan KONI Babel, yang tersulut saat rapat kerja terkait realisasi dana Kejurnas Wushu Junior, Kamis (12/1/2017) lalu.
Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya melakukan jumpa pers kepada awak media, Senin (16/1/2016). Sebelumnya, anggota Komisi IV menilai KONI Babel lepas tangan dan tidak ada itikad baik untuk membantu Pengrov Wushu. Sementara, KONI Babel membantah ada janji akan mensupport dana alam penyelenggaraan even tingkat nasional itu.
Sehingga rapat pembahasan yang digelar di ruang Banmus menjadi tidak konsudif. Buntutnya, Wakil Ketua III KONI Babel A Roni Rachman melapor 2 anggota komisi ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Bangka Belitung karena menggebrak meja dan membanting kursi.
Didit Srigusjaya mengatakan ia menanggapi agar tidak ada kesimpangsiuran. Diakuinya sudah menerima dan akan menindaklanjuti surat KONI Babel dengan pelapor A Roni Rachman terhadap tindakan tidak terpuji atau tercela dilakukan oleh M Tanwin dan Bong Ming Ming, anggota Komisi IV, dalam rapat gelar pendapat tentang kejurnas wushu junior.
“Kami sudah menerima tembusannya pelapor terhadap tindakan itu. Saya, Ketua DPRD Babel belum bisa memberi keputusan apapun karena ini butuh proses, tinggal BK melakukan kajian itu. Apakah perlu ditindaklanjuti atau tidak. BK akan melakukan rapat koordinasi untuk mengkaji laporan itu,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (16/1/2017).
Ditambahkannya, DPRD Babel belum dapat menyimpulkan dan akan meminta klarifikasi kedua anggota dewan tersebut. Karena ini sudah mencuat di media menyoroti masalah ini dan keduanya memiliki hak jawab terkait kasus itu.
“Memutuskan apa yang diberikan sanksi tidak semudah itu. Apa yang diperjuangkan komisi IV merupakan aspirasi masyarakat. Mereka tidak mengedepankan ego sektoral. Ketua DPRD Babel memohon maaf kalau KONI tersinggung atas tindakan anggota dewan itu,” tukas politisi PDI Perjuangan itu.
Lebih jauh, kata legislator dapil Bangka Tengah itu, pihaknya masih menunggu rapat BK, sejauh ini belum dikoordinasikan. Dia berharap, permasalahan seperti ini jangan sampai terulang, apalagi dikejutkan dengan beberapa asumsi ada kepentingan lain.
“Saya rasa tidak ada kepentingan pribadi dari komisi IV. Ingat, komisi IV mitra KONI, terkait anggaran penyelenggaraan. Ini murni aspirasi tentang perkembangan wushu di Babel, menurut komisi IV bisa saja cabang olahraga ini berkembang sampai nasional,” tegasnya.
“Kepada bapak Roni dan kawan-kawan KONI Babel, kami mengedepankan profesionalisme tidak ada intervensi dari siapapun. Apapun hasilnya tunggu keputusan BK, ini akan dinilai secara objektif. Yang jelas apakah sanksi seperti apa, kita tunggu rekomendasi BK. Pimpinan tidak punya domain mengenai hal ini, intinya kan tetap kita tindaklanjuti laporan ini,” tandasnya.
Diberitakan, dua anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bong Ming Ming dan Mohammad Tanwin, dilaporkan ke BK (Badan Kehormatan) DPRD Babel tertanggal 12 Januari 2017 dan diterima oleh notulis BK esoknya.
Laporan disampaikan Wakil ketua III KONI Babel A Roni Rachman terkait insiden percobaan penganiayaan saat rapat antara KONI Babel dengan komisi IV DPRD Babel, Jumat (12/1/2017) lalu. (ron/6)

JustForex

Related posts