by

Bisnis Pariwisata Bisnis yang Sangat Menarik

Johan Riduan: Babel Punya Potensi Besar

SUNGAILIAT – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bangka Belitung (Babel) Johan Riduan Hasan meyakini Bangka Belitung memiliki potensi untuk berkembang dan menyumbangkan devisa negara dari keunikan yang dimiliki daerah penghasil timah ini dibandingkan dengan destinasi pariwisata di daerah lain. Menurut dia, bisnis pariwisata adalah bisnis yang sangat menarik dan dapat menghidupkan bisnis kreatif masyarakat lokal. Dia mencontohkan negara Thailand yang mampu menyumbangkan US$ 58 miliar dari sektor pariwisatanya.

“Pariwisata itu sangat menarik sekali. Kita tahu kelapa sawit dengan CPO-nya itu menghasilkan US$ 28 miliar per tahun, itu yang kita dapat devisa dari hasil ekspornya. Saya pengusaha sawit kalau ke kebun itu maunya kerja bawa golok jelas dapat US$ 28 miliar. Yang menariknya Thailand dengan 35 juta orang itu duit masuk US$ 58 miliar dari pengunjung yang datang. Dari devisa masuk kan ekspor juga. Turis datang bawa dolar. Mereka nerima tamu senyum, dengan tata krama. Itu yang saya pikir pariwisata itu begitu hebatnya dan Indonesia baru nomor 4 dengan US$ 12 miliar,” kata Johan saat hadir dalam Grand Launching La-may’s Cafe and Resto di Sungailiat, Selasa malam (18/9/2018).

Mengenai konsep pariwisata di Babel menurut Johan, potensinya sangat besar, namun tidak dapat disamakan dengan Bali dan Thailand. Ia yakin ada keunikan keunikan Babel dari daerah lain didukung dengan bisnis kreatif masyarakatnya.

“Pariwisata itu bukan hanya menjual budaya. Banyak sekali, kalau kita harus mengikuti Bali bisa tertinggal kita. Kita pun tidak bisa seperti Thailand, pasti ada keunikan sendiri. Apalagi orang Bangka itu gesit. Kalau ada peluang bagus mau cina mau melayu semua turun tangan yang penting jadi duit,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai keraguan pihak Kementerian Pariwisata tentang Bangka Belitung terkait tiga lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), menurut Johan hal tersebut merupakan bentuk promosi bagi Babel.

“Saya pikir dengan ini pertanyaan besar di Kementerian Pariwisata, Babel minta KEK. Padahal itu suatu promosi. Ada apa di Bangka itu promo. Untuk apa itu, mereka (Kementerian-red) harus datang,”ujarnya. (2nd/10)

Comment

BERITA TERBARU